Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menawarkan kepada warga yang terdampak pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung untuk pindah ke rumah susun (rusun).

“Selalu dalam pembebasan seperti ini, kita juga menawarkan fasilitas rumah susun yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, karena memang ada beberapa rusun, kalau mereka mau, tentunya kita akan fasilitasi itu,” kata Pramono saat meninjau proses pembebasan lahan di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat.

Kendati demikian, dia mengatakan tidak semua warga bersedia untuk pindah ke rusun-rusun yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena sudah terbiasa tinggal di kawasan tersebut.

Meski begitu, dia memastikan pihaknya selalu terbuka untuk memfasilitasi warga yang ingin pindah ke rumah susun.

“Kita siapkan, di antaranya adalah di Rorotan, Jagakarsa, Pulogebang dan sebagainya, itu bisa ditempati,” tutur Pramono.

Baca juga: Normalisasi Kali Ciliwung, Pramono tinjau pembebasan lahan di Cawang

Terkait normalisasi Kali Ciliwung, Pramono mengatakan di kawasan Cawang, total rumah yang terdampak pembebasan lahan sebanyak 170 rumah. Ia menargetkan seluruh pembebasan lahan di kawasan itu rampung pada akhir tahun ini.

Menurut Pramono, apabila target tersebut tercapai, maka normalisasi Kali Ciliwung di ruas Rawajati, Pengadegan, Cawang, hingga Cililitan dapat diselesaikan pada 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pembebasan lahan itu merupakan kelanjutan dari program normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti selama beberapa tahun.

Pramono optimistis pelebaran alur sungai melalui normalisasi itu dapat meningkatkan kapasitas atau daya tampung air sehingga dampak banjir dapat diminimalisir.

Tak hanya Kali Ciliwung, dia juga memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan normalisasi di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.

Dia menginginkan agar seluruh rangkaian pekerjaan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara bertahap.

"Mudah-mudahan, semuanya nanti di tahun 2029 bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jakarta," ungkap Pramono.

Baca juga: Dukung pembebasan lahan untuk tangani banjir, Pemprov DKI alokasikan Rp300 miliar

Baca juga: Warga Tebet setuju adanya normalisasi Kali Ciliwung

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.