Manado (ANTARA) - Yuniarti Mantuke, merasakan manfaat nyata menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat harus menjalani pengobatan di rumah sakit usai mengalami asam lambung dan gerd.

"Kesibukan pekerjaan saya yang padat akhirnya harus mengabaikan waktu makan. Kebiasaan itu memicu kambuhnya penyakit asam lambung dan gerd yang selama ini saya derita hingga menyebabkan sesak napas dan nyeri hebat di ulu hati," kata Yuniarti di ruang perawatan RSUD Luwuk, Jumat.

Dia mengakui memiliki riwayat asam lambung dan gerd yang sering kambuh, tetapi ini yang pertama kalinya sampai harus menjalani rawat inap.

Yuniarti menceritakan bahwa kondisi kesehatannya memburuk beberapa hari lalu, karena terlalu fokus menyelesaikan pekerjaan dan lupa memenuhi kebutuhan makan secara teratur.

Awalnya, dia mendapatkan penanganan di puskesmas, namun setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan memutuskan untuk merujuknya ke RSUD Luwuk agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

"Kejadiannya tiga hari yang lalu. Karena terlalu banyak pekerjaan jadi lupa makan. Awalnya saya dibawa ke puskesmas, tetapi dari puskesmas disarankan dirujuk ke rumah sakit," tuturnya.

Selama menjalani perawatan di RSUD Luwuk, Yuniarti merasakan pelayanan kesehatan yang baik dan profesional.

Ia mengaku tenaga medis secara rutin memantau perkembangan kesehatannya dan memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang peserta.

Meski terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Yuniarti merasa mendapatkan pelayanan yang setara dengan pasien lainnya.

"Pelayanannya bagus. Petugas dan dokter rutin memeriksa kondisi saya. Saya juga tidak dibebankan biaya apa pun selama menjalani perawatan," katanya.

Kini, setelah tiga hari menjalani perawatan, kondisi Yuniarti berangsur membaik. Rasa sesak dan nyeri yang sebelumnya dirasakan mulai berkurang sehingga ia dapat beristirahat dengan lebih nyaman.

Bagi Yuniarti, pengalaman ini menjadi bukti nyata pentingnya memiliki perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

Di saat kondisi kesehatan menurun dan membutuhkan pelayanan medis, ia tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan yang harus ditanggung.

"Saya sangat bersyukur dengan adanya Program JKN yang memberikan rasa aman saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Program JKN yang sudah menjamin kesehatan masyarakat kecil seperti saya. Semoga program ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang," katanya menambahkan.

Bagi Yuniarti, apa yang dialami menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan di tengah kesibukan merupakan hal yang penting.

Di sisi lain, kehadiran Program JKN terus menjadi harapan dan perlindungan bagi masyarakat Indonesia agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, berkualitas, dan tanpa hambatan biaya saat dibutuhkan.

Baca juga: Muhaimin serukan sinergi lintas sektor perkuat perlindungan sosial

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan: Suntikan Rp20 triliun cair setelah regulasi sah

Baca juga: Menko PM pastikan pelayanan BPJS tanpa diskriminasi

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.