Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar berharap keberhasilan Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai daerah dan memperkuat kemandirian ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
"Hari ini sudah 13 juta ibu-ibu rumah tangga, saya bisa sebut tulang punggung ekonomi keluarga yang bergerak bersama-sama untuk tetap bisa setidaknya produktif, setidaknya menutup kekurangan biaya keluarga dengan keringat sendiri," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Menurut Muhaimin Iskandar, selama 27 tahun berdiri, PNM telah membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui akses pembiayaan yang disertai pendampingan, sehingga mampu mendorong masyarakat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.
Saat ini, PNM Mekaar telah melayani sekitar 23,3 juta nasabah di seluruh Indonesia, yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera.
Program ini didukung lebih dari 61 ribu pendamping yang mendampingi nasabah dalam mengembangkan usaha sekaligus membangun disiplin dan kemandirian berusaha.
Di Provinsi Bali, PNM telah membina lebih dari 422 ribu nasabah melalui 4.036 kelompok dengan dukungan 296 pendamping.
Muhaimin Iskandar menjelaskan, salah satu kekuatan PNM Mekaar adalah membangun semangat gotong royong di antara para anggotanya.
Melalui mekanisme kelompok, para nasabah saling menguatkan dan bertanggung jawab bersama sehingga menciptakan budaya disiplin dalam menjalankan usaha.
"PNM menjadi model yang sangat bagus, menjadi model yang sangat luar biasa bagi pola pemberdayaan yang bisa diduplikasi, dibikin baik di berbagai tempat, di berbagai lembaga yang mengikuti model ini," kata Muhaimin.
Ia menilai model tersebut penting karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum memiliki akses terhadap layanan perbankan atau kelompok unbankable.
Melalui PNM Mekaar, mereka memperoleh akses pembiayaan usaha tanpa agunan dengan mekanisme angsuran mingguan yang disesuaikan dengan kemampuan usaha masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin mengaku terkesan melihat semangat para nasabah PNM di Bali yang tetap disiplin menjalankan kewajibannya sekaligus mengembangkan usaha secara konsisten.
"Semangat ibu-ibu luar biasa. Mereka membuktikan bahwa dengan kesempatan, pendampingan, dan kemauan bekerja keras, perempuan bisa menjadi kekuatan utama ekonomi keluarga. Inilah wajah pemberdayaan masyarakat yang ingin terus kita perkuat," kata dia.
Baca juga: Teknologi biometrik BPJS mudahkan layanan pasien
Baca juga: Menko PM: Penguatan hubungan RI - India sinyal positif pemberdayaan
Baca juga: Menko PM: Tantangan terbesar industri kreatif akses ke pasar global
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.