Jakarta (ANTARA) - Meta diwartakan sedang dalam proses untuk mulai memproduksi versi terbaru chip khusus kecerdasan artifisial (AI) buatannya pada September 2026 dalam upaya menurunkan biaya unit pemroses grafis di tengah kelangkaan komponen.

TechCrunch pada Kamis (9/7) mengutip laporan Reuters berdasarkan memo internal perusahaan yang menyebutkan bahwa setidaknya satu chip telah berhasil melewati tahap pengujian dalam waktu sekitar enam pekan.

Meta bekerja sama dengan Broadcom dalam mendesain chip. Proses manufaktur chip akan dilakukan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Perusahaan diwartakan akan menggunakan memori dari Samsung, media penyimpanan dari Sandisk, serta perangkat serat optik dari Sumitomo Electric.

Baca juga: Meta diwartakan sedang menguji chip pelatihan AI

Meta memperkenalkan empat chip baru yang dikembangkan dalam program Meta Training and Inference Accelerator (MTIA) pada Maret lalu.

Sebagian chip tersebut telah digunakan dan sisanya akan digunakan tahun ini dan tahun depan.

Meta menerapkan pendekatan modular dalam pengembangan chip agar dapat menyesuaikan chip dengan kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang.

"Setiap generasi MTIA dibangun berdasarkan generasi sebelumnya dengan memanfaatkan chiplet modular, mengadopsi teknologi perangkat keras terbaru, serta dikembangkan dalam siklus yang lebih cepat," kata Meta.

Baca juga: Mark Zuckerberg sebut pengembangan agen AI Meta tak sesuai ekspektasi

Chip MTIA diharapkan dapat membantu Meta mengurangi biaya pembelian GPU dari pemasok seperti Nvidia dan AMD, meskipun perusahaan diperkirakan masih akan menggunakan produk dari kedua perusahaan tersebut dalam skala besar menurut laporan Reuters.

Meta berencana memanfaatkan chip tersebut untuk melatih model AI yang digunakan dalam sistem peringkat dan rekomendasi konten, beban kerja AI yang lebih luas, serta proses inferensi yang mendukung aplikasi-aplikasinya.

Meta telah mengembangkan chip AI sendiri sejak tahun 2023.

Perusahaan juga terus meningkatkan investasi untuk memperkuat kapasitas komputasi yang dibutuhkan dalam pengembangan AI.

Pada April lalu, perusahaan memperkirakan belanja modal sepanjang 2026 akan mencapai 125 miliar dolar AS (sekira Rp2.259 triliun) hingga 145 miliar dolar AS (sekitar Rp2.621 triliun) dan sebagian besar dialokasikan untuk infrastruktur AI.

Baca juga: Anthropic gandeng Samsung kembangkan chip AI khusus

Baca juga: Apple bakal gandeng TSMC untuk garap chip AI rahasia "Baltra"

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.