Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengedukasi pelajar sekolah menengah atas (SMA) tentang ilmu bahari dengan cara ikut berlayar menaiki Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Kamis (9/7).

Dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa kegiatan itu dilakukan oleh jajaran Komando Armada (Koarmada) II.

Kepala Staf Koarmada II Laksma TNI Agam Endrasmoro menjelaskan kegiatan itu digelar agar para siswa memiliki perbendaharaan yang banyak akan ilmu kemaritiman.

Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan para generasi muda itu memiliki ketertarikan akan dunia maritim sehingga mau menjadi generasi penerus yang mampu melestarikan laut Indonesia.

Selain itu, Agam juga mengharapkan kegiatan tersebut menjadi ajang bagi 300 peserta dari seluruh sekolah di Jawa Timur untuk saling mengenal satu sama lain.

"Selain mengenal wawasan kemaritiman, adik-adik juga bisa membangun relasi atau jaringan dengan teman-teman seusia yang berasal dari sekolah lainnya. Manfaatkan untuk bersosialisasi, untuk saling mengenal, untuk kegiatan hal-hal yang positif," ucap Agam.

Dalam kegiatan, para pelajar diajak TNI AL berlayar mengelilingi Selat Madura menggunakan KRI Surabaya-591.

Selama di dalam kapal, para peserta diperkenalkan kepada beberapa bagian kapal serta fungsinya.

Usai berlayar, seluruh peserta mengunjungi Monumen KRI Nanggala-402 untuk mengenang para pahlawan bangsa yang gugur.

"Diharapkan rangkaian kegiatan ini semakin menumbuhkan semangat cinta tanah air, jiwa bahari serta motivasi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam menjaga kejayaan maritim Indonesia," ucap Agam.

Baca juga: Personel Marinir TNI AL asah kemampuan gunakan drone siap perkuat misi

Baca juga: TNI AL perkuat pengamanan KRI Bima Suci di Laut Sulu

Baca juga: TNI AL beri layanan kesehatan bagi nelayan pada Operasi Segara Purla

Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.