Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas dari India menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Indonesia dari Senin (6/7) sampai Rabu (8/7).

Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India bisa mendorong peningkatan minat wisatawan India untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

Selain itu, ia melanjutkan, tingkat kepercayaan wisatawan India pada keamanan dan kelayakan destinasi wisata di Indonesia juga bisa meningkat setelah kunjungan kenegaraan tersebut.

"Dengan bertumbuhnya kepercayaan tersebut, tentunya akan berdampak pada kenaikan kunjungan wisatawan India yang berkualitas," katanya.

Ia menyampaikan bahwa angka kunjungan wisatawan dari India ke Indonesia cenderung meningkat dari tahun 2023 sampai 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara dari India selama 2023 mencapai 606.439 kunjungan, tahun 2024 mencapai 710.207 kunjungan; dan tahun 2025 mencapai 734.490 kunjungan.

Sepanjang Januari sampai Mei 2026, menurut data BPS, angka kunjungan wisatawan India ke Indonesia mencapai 298.450 kunjungan.

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan India sepanjang 2026 bisa mencapai 750 ribu sampai 820 ribu kunjungan.

Menurut pengamatan Kementerian Pariwisata, Nia menyampaikan, wisatawan India memiliki minat yang cukup beragam, termasuk di antaranya pada wisata alam, wisata budaya, dan wisata minat khusus seperti wisata untuk keperluan bulan madu.

Selain itu, wisatawan India berminat pada wisata kebugaran, wisata kuliner, dan hiburan malam.

Nia menyampaikan bahwa kebanyakan layanan wisata yang diminati oleh wisatawan India telah tersedia di destinasi-destinasi wisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata, menurut dia, berupaya meningkatkan promosi daerah-daerah tujuan wisata unggulan Indonesia kepada wisatawan India.

"Tidak hanya Bali, kami juga mendorong destinasi seperti Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Danau Toba, dan destinasi unggulan lainnya agar semakin dikenal oleh wisatawan India sesuai dengan preferensi perjalanan mereka," ujar Nia.

Baca juga: InJourney: Kunjungan PM Modi tarik wisatawan India ke Candi Prambanan

Kementerian Pariwisata berupaya menarik lebih banyak wisatawan berkualitas dari India, yakni wisatawan yang tinggal lama, belanja banyak, serta menghormati aturan maupun budaya di destinasi wisata.

Dalam upaya menarik pelancong bernilai tinggi, Kementerian Pariwisata mempromosikan paket wisata mewah, liburan keluarga, layanan pernikahan dan bulan madu, wisata kebugaran, serta layanan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).

"Selain itu, kami juga memilih kota-kota potensial di India dalam pelaksanaan Sales Mission dan pameran internasional agar promosi lebih tepat sasaran," kata Nia.

Dia mencontohkan, Kementerian Pariwisata mempromosikan layanan pariwisata Indonesia ke pasar India dalam misi penjualan di Kota Ahmedabad dan Hyderabad pada 9 sampai 11Juni 2026.

Misi penjualan itu mencakup penawaran paket-paket layanan wisata di luar wilayah Bali seperti Yogyakarta, Labuan Bajo, dan Lombok.

Karena Bali sudah cukup dikenal oleh wisatawan India, pemerintah mempromosikan daerah-daerah wisata yang lain agar selain mengunjungi Bali mereka juga berkunjung ke destinasi wisata yang lain.

Baca juga: Pemerintah promosikan pariwisata Indonesia kepada wisatawan India

Baca juga: Pemerintah promosikan Bali dan Lombok kepada wisatawan India

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.