Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karatina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama Semester I 2026 mengawal UMKM mengekspor daun Ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.
"Pada Semester I tahun ini, UMKM berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman," kata Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai akselerator ekspor komoditas unggulan pertanian dan perikanan terus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha dan mendorong komoditas unggulan daerah ini berdaya saing di pasar global.
"Daun Ketapang ini merupakan salah satu komoditas unggulan daerah ini, karena memiliki permintaan pasar internasional cukup baik. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar semakin banyak UMKM untuk mampu menembus pasar ekspor dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah," katanya.
Ia menyatakan berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Karantina Kepulauan Babel mencatat sepanjang Semester I 2026, UMKM tersebut telah berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.
"Capaian ekspor pada Semester I tahun ini sebanyak 646,41 kilogram atau turun sekitar 2,8 persen dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya, dengan negara tujuan yang sama. Informasi dari pelaku usaha, pesanan masih berjalan di bulan berikutnya," katanya.
Baca juga: BC Pangkalpinang membantu UMKM ekspor daun ketapang ke AS
Baca juga: Karantina Babel kawal ekspor ikan senilai Rp1,3 miliar ke Malaysia
Menurut dia meskipun data sanding ada penurunan, namun, capaian tersebut menunjukkan tren positif sekaligus menjadi optimisme bahwa ekspor daun ketapang asal Bangka Belitung akan terus meningkat.
"Dalam waktu dekat ini, UMKM akan Kembali mengekspor daun ketapang ke Inggris," katanya.
Salah satu pelaku UMKM Lukman menyebutkan negara importir memesan daun ketapang dalam bentuk kering dengan ukuran sesuai permintaan. Daun ketapang kering berfungsi sebagai kondisioner air alami yang sangat populer untuk akuarium, khususnya bagi ikan hias, seperti cupang, guppy, dan channa .
Daun ini mengandung zat tanin yang dapat menurunkan dan menstabilkan pH air, menyembuhkan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur.
"Sinergi bersama Karantina dalam memberikan dukungan bagi pelaku UMKM saya harap dapat terus berlanjut bahkan berkembang, sehingga mampu merambah ke komoditas lainnya di masa mendatang," katanya.
Baca juga: Barantin garansi layanan bebas pungli bagi eksportir guna daya saing
Baca juga: Barantin-FAO perkuat biosekuriti hadapi penyakit hewan lintas batas
Pewarta: Aprionis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.