Yogyakarta (ANTARA) - Senam Kreasi Penthul Tembem yang mengangkat kearifan lokal Kabupaten Gunungkidul mencatatkan prestasi dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus rekor dunia untuk kategori senam kreasi dengan peserta perempuan terbanyak.

Senior Representative MURI Ari Andriani di Gunungkidul, Jumat, mengatakan pencapaian tersebut menjadi rekor baru, karena memadukan olahraga dengan seni budaya lokal yang khas dan belum pernah ada sebelumnya.

"Memecahkan rekor Senam Kreasi Penthul Tembem dengan peserta perempuan terbanyak," kata Ari.

Baca juga: Gunungkidul telah pecahkan sembilan rekor MURI sejak 2007

Menurut dia, MURI menetapkan rekor tersebut tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga dunia karena mengangkat kearifan lokal yang unik dan belum dimiliki daerah maupun negara lain.

"Karena ini mengangkat kearifan lokal, rekornya menembus tingkat nasional," ujarnya.

Bahkan, lanjut Ari, rekor tersebut sekaligus ditetapkan sebagai rekor dunia, karena jumlah peserta perempuan yang mengikuti Senam Kreasi Penthul Tembem merupakan yang terbanyak. "Jadi, ini pesertanya terbanyak di seluruh dunia," katanya.

MURI mencatat sebanyak 1.588 peserta perempuan mengikuti kegiatan tersebut, berasal dari 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul yang terdiri atas anggota Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), masyarakat umum, hingga personel polisi wanita (Polwan).

"Ada 1.588 peserta dari 18 kapanewon yang terdiri atas warga, anggota Perwosi Gunungkidul dan para Polwan," ujarnya.

Ari menjelaskan proses penilaian MURI dilakukan berdasarkan aspek kuantitas atau jumlah peserta, bukan kualitas penampilan, karena penilaian terhadap unsur seni bersifat subjektif.

Baca juga: "Penthul" si topeng raksasa di Festival Lima Gunung

"MURI tidak boleh menilai secara kualitas, karena itu sifatnya subjektif, apalagi untuk kesenian, kami hanya diperkenankan menilai secara kuantitas," katanya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan 1.588 peserta tersebut terdiri atas 102 anggota Perwosi Kabupaten Gunungkidul, 900 anggota Perwosi dari 18 kapanewon, 504 anggota Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), 24 personel Polwan Polres Gunungkidul, 30 anggota Komunitas Kalurahan Bobung/Relawan Bobung, serta 14 anggota Omah Trengguli.

"Senam kreasi ini merupakan wujud dari strategi sport tourism yang sedang digalakkan di Gunungkidul," kata Endah.

Ia menjelaskan keunikan Senam Kreasi Penthul Tembem terletak pada penggunaan topeng karakter Penthul berwarna putih dan Tembem berwarna hitam yang sarat makna filosofi serta dikemas menjadi gerakan senam kebugaran tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya tradisional.

"Karakter Penthul Tembem dipilih karena melambangkan keceriaan dan kesederhanaan, yang kemudian dikemas secara kreatif menjadi senam kebugaran tanpa meninggalkan nilai tradisi," ujarnya.

Endah mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa budaya lokal Gunungkidul mampu tampil di tingkat nasional hingga dunia melalui inovasi yang memadukan seni, olahraga, dan pelestarian budaya.

Baca juga: Pemkab Gunungkidul gelar Festival Kethoprak sebagai pelestarian seni

Baca juga: Pemkab Gunungkidul salurkan bantuan alat pertanian untuk petani

"Hari ini Gunungkidul membuktikan bahwa dengan budaya dan kearifan lokal asli Gunungkidul dapat memecahkan rekor nasional, bahkan dunia," katanya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menerima Surat Pencatatan Ciptaan Topeng Penthul Tembem dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk perlindungan hak cipta terhadap karya budaya tersebut.

"Ini memastikan bahwa karya budaya asli Gunungkidul tersebut memiliki perlindungan hukum yang kuat," ujar Endah.

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.