Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla alias JK mengenang sosok mendiang Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 Rachmat Gobel sebagai orang yang sangat baik kepada semua orang.

Menurut dia, Rachmat Gobel dengan dirinya memiliki kiprah yang sama, yakni pengusaha dan juga politisi. Selain sosok yang baik, menurut dia, Rachmat juga memiliki wawasan pengetahuan yang baik.

"Dia berteman dengan semua orang. Dan memahami masalah dan sangat ramah, itu ciri beliau," kata Jusuf Kalla usai menghadiri upacara pemakaman Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Jokowi takziah ke rumah duka Rachmat Gobel

Baca juga: Mendag mengenang Rachmat Gobel penggerak ekspor dan industri nasional

Seingat JK, sosok Rachmat Gobel selalu menghadiri undangan-undangan acara dengan tepat waktu. Menurut dia, almarhum yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri merupakan sosok yang rajin.

"Begitulah itu Pak Rachmat itu, almarhum. Ya, orang yang sangat baik," katanya.

Adapun prosesi pemakaman Rachmat Gobel digelar pada sekitar pukul 14.50 WIB yang didahului oleh pembacaan sambutan oleh inspektur upacara. Kemudian jenazah mendiang pun dikebumikan dan diiringi oleh letusan senapan khas upacara pemakaman secara militer.

Ketika di rumah duka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, sejumlah tokoh juga turut melayat, seperti Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, hingga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Andre Rosiade.

Rachmat Gobel yang merupakan Menteri Perdagangan di era Presiden Joko Widodo dan juga Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat pukul 03.20 WIB dini hari.

Baca juga: Ketua Umum NasDem Surya Paloh takziah ke rumah Duka Rachmat Gobel

Baca juga: Mentan: RI kehilangan putra terbaik bangsa atas wafatnya Rachmat Gobel

Baca juga: Rachmat Gobel dan jejak pembangunan di Gorontalo

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.