...Kita tidak boleh lalai atau berkompromi dengan risiko saat proses mitigasi sedang berjalan
Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh, Safrizal ZA menegaskan keselamatan masyarakat merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar dalam seluruh tahapan pemulihan infrastruktur di kawasan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah.
"Kita tidak boleh lalai atau berkompromi dengan risiko saat proses mitigasi sedang berjalan," kata Safrizal ZA, di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan Safrizal ZA menanggapi dinamika lapangan terkait pembatasan kendaraan besar di jembatan Enang-enang pasca diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Dirinya mengatakan, pemerintah telah mengizinkan jembatan Enang-enang tetap beroperasi demi memulihkan denyut nadi ekonomi masyarakat di sana. Tetapi, pembatasan kendaraan berat untuk sementara waktu menjadi langkah taktis demi menyelamatkan nyawa.
Satgas PRR Aceh, lanjut dia, telah menginstruksikan percepatan penguatan struktur jembatan tersebut sebagai solusi taktis sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen secara menyeluruh oleh Kementerian PU.
Baca juga: Pemerintah bakal bangun jembatan shortcut di Enang-enang, Aceh
Safrizal menjelaskan, Posko Wilayah PRR Aceh kini tengah memfasilitasi pertemuan koordinasi lintas sektor yang melibatkan BPJN Aceh, Pemerintah Bener Meriah, dan tokoh masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo guna membahas dua agenda taktis.
Pertama, terkait keterbukaan informasi publik, Safrizal mendesak BPJN Aceh dan Pemkab Bener Meriah untuk menyampaikan secara transparan dan berkala mengenai tahapan kajian teknis, progres penguatan struktur, hingga rencana detail pembangunan permanen jembatan kepada warga terdampak agar tidak terjadi simpang siur informasi.
“Selama ini warga mencari informasi dari mulut ke mulut karena tidak ada saluran resmi. Ini yang harus kita perbaiki bersama. Tidak ada pemulihan yang berhasil tanpa kepercayaan dan komunikasi yang baik," ujarnya.
Kedua, lanjut Safrizal, mendorong opsi pemanfaatan jalur alternatif yang sempat dibuka swadaya oleh warga. Jika secara teknis dinyatakan aman setelah dikaji oleh BPJN, akses tersebut disarankan untuk dibuka terbatas bagi kendaraan ringan guna menyokong mobilitas ekonomi lokal.
Menurutnya, pemerintah harus merespons secara proporsional setiap inisiatif baik dari akar rumput. Jangan sampai semangat warga tidak mendapat respons proporsional.
"Kalau jalurnya aman, manfaatkan. Kalau ada area yang belum bisa dioptimalkan pemerintah, libatkan masyarakat setempat dalam pengelolaannya. Itu lebih produktif daripada membiarkannya terbengkalai," demikian Safrizal ZA.
Baca juga: Menteri PU perkuat jembatan Enang-enang Aceh yang diperbaiki swadaya
Baca juga: Satgas PRR putuskan Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.