Jakarta (ANTARA) - World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia mendukung langkah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam memperkuat penambahan petugas lapangan kehutanan atau forest ranger di 13 taman nasional yang menjadi proyek percontohan inovasi pembiayaan.
Ketua WWF Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan penambahan forest ranger yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan pada era kepemimpinan Raja Juli Antoni merupakan langkah yang telah lama dinantikan oleh komunitas konservasi.
"WWF Indonesia menyambut baik penambahan forest ranger yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan pada era kepemimpinan Menhut Raja Juli. Penambahan forest ranger ini sudah sangat ditunggu-tunggu bagi kami yang bergerak di bidang konservasi alam," katanya di Jakarta, Jumat.
Baca juga: WWF serukan masyarakat agar bangga mengonsumsi pangan lokal
Aditya menilai sebelumnya forest ranger di Indonesia masih sangat kurang, sehingga kawasan-kawasan yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi sangat rawan terhadap perambahan, illegal logging (pembalakan liar), dan perburuan.
"Contohnya di Aceh, kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare hanya diawasi oleh 32 petugas penjaga hutan, angka ini sangat tidak rasional, satu orang ranger idealnya mengawasi paling tinggi 1.000 hektare," ujar dia.
Menurut Aditya, penambahan jumlah petugas lapangan menjadi 70 ribu personel memberikan harapan baru bagi upaya menjaga sekitar 125 juta hektare kawasan hutan Indonesia yang menjadi habitat berbagai spesies endemik. Meski demikian, ia mengingatkan peningkatan jumlah personel perlu diiringi dengan penguatan kapasitas dan dukungan operasional agar pengawasan hutan berjalan secara optimal.
"Penambahan menjadi 70 ribu personel ini menjadi harapan bagi Indonesia untuk menjaga 125 juta hektare kawasan hutan di Indonesia, sekaligus menyelamatkan satwa endemik Indonesia yang ada di dalamnya. Namun demikian, aspek kualitas (mental model, keterampilan), sumber daya operasionalnya (peralatan, perlengkapan, sarana mobilitas, teknologi, dll), kesejahteraan dan jaminan keselamatan kerja juga harus ditingkatkan," paparnya.
Baca juga: WWF usul transformasi pembiayaan hutan Indonesia demi keberlanjutan
Baca juga: KLH dan WWF Indonesia kolaborasi tangani berbagai isu lingkungan
WWF Indonesia menyarankan penambahan petugas lapangan dapat menjadi salah satu program terbaik hasil cepat atau quick win Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.
Selain penambahan personel, WWF Indonesia juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari upaya memperkuat perlindungan kawasan konservasi, salah satunya melalui revitalisasi kurikulum pendidikan forest ranger.
"Dari sisi pembinaan, kami juga mendukung revitalisasi kurikulum pendidikan ranger, salah satunya dengan memperkuat kembali Nature Conservation School. Selain akan berdampak langsung terhadap kelestarian ekosistem hutan, hal ini juga akan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional dalam pengelolaan hutan, khususnya kawasan konservasi," tutur Aditya.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.