Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Farah Savira meminta pemerintah provinsi memastikan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) DKI memprioritaskan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Farah mengatakan kriteria penerima beasiswa harus disusun secara ketat, sehingga bantuan pendidikan tidak dinikmati oleh mahasiswa yang secara ekonomi sudah mampu, termasuk pendidikan hingga ke luar negeri.

“Kriteria penerima harus tepat. Jangan sampai anak berprestasi dari keluarga kurang mampu terlewat," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, masih banyak mahasiswa di Jakarta yang berhasil masuk perguruan tinggi, namun kesulitan menyelesaikan kuliah karena keterbatasan biaya. Bahkan, tidak sedikit yang terpaksa bekerja sambil kuliah demi membayar uang kuliah tunggal (UKT).

Farah berharap, LPDP DKI menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Sekaligus menghapus hambatan ekonomi yang masih dihadapi banyak mahasiswa di Jakarta.

“Program ini harus menjadi solusi bagi mahasiswa berprestasi yang terkendala biaya,” kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk program bantuan pendanaan pendidikan lewat LPDP khusus Jakarta.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, anggaran tersebut akan mampu menguliahkan 50 hingga 75 calon mahasiswa ke universitas luar negeri.

Adapun nantinya dana program LPDP khusus Jakarta akan dikelola oleh pihak Pemerintah Jakarta.

Baca juga: Penerima KJMU nantinya bisa lanjutkan S2-S3 dengan LPDP Jakarta

Baca juga: Pemprov DKI siapkan Rp100 miliar untuk program LPDP khusus Jakarta

Baca juga: Pemprov akan kelola dana untuk program LPDP Jakarta

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.