...Guru menjadi fasilitator yang tetap terlibat dalam proses pembelajaran
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan pelatihan mandiri pembelajaran mendalam koding dan kecerdasan artifisial (PMKKA) bagi guru dan tenaga kependidikan guna membawa perubahan ke dalam ruang kelas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai fasilitator yang aktif mendampingi murid dalam proses belajar melalui pendekatan 3P, yaitu presage, process dan product.
“Guru menjadi fasilitator yang tetap terlibat dalam proses pembelajaran. Murid dapat menceritakan pengalamannya, saling berdiskusi, dan membangun engagement dalam proses belajar,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.
Ia menambahkan pendekatan Pembelajaran Mendalam akan diterapkan pada seluruh mata pelajaran sesuai dengan karakteristik masing-masing.
Baca juga: Kemendikdasmen siap terapkan deep learning di semua mata pelajaran
Oleh karena itu, pelatihan diselenggarakan bagi seluruh guru mata pelajaran agar implementasinya lebih kontekstual.
Salah satu guru yang merasakan manfaat pelatihan tersebut adalah Tri Oktinawati guru TKIT SD Insan Madani.
Menurutnya, pelatihan PM-KKA membuatnya memahami pembelajaran bukan sekadar membuat anak aktif, namun juga menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.
Tri menjelaskan materi yang dikembangkan untuk murid TK berfokus pada pengenalan cara berpikir komputasional, seperti dekomposisi, pengenalan pola, dan abstraksi.
Fokus utamanya, kata dia, adalah membangun cara berpikir komputasional sejak dini. Pendekatan ini juga membantu mengurangi screen time anak karena proses pembelajaran tidak bergantung pada komputer atau gawai.
Baca juga: Kemendikdasmen tingkatkan kompetensi guru vokasi siapkan SDM unggul
“Misalnya saya ingin mengenalkan numerasi kepada anak. Kebetulan tema yang sedang dipelajari adalah bayam. Kalau sebelumnya mereka hanya menghitung daun bayam, sekarang dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam kami menghubungkannya dengan tema yang sedang dipelajari. Kami juga memberikan afirmasi bahwa bayam menyehatkan tubuh dan mengandung zat besi,” ujar Tri.
Perubahan serupa juga dirasakan Muhammad Jiyad Prawira, guru SDN Batu Ampar 01 Jakarta Timur.
Menurutnya, penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam membuat suasana belajar lebih hidup karena materi pelajaran dikaitkan dengan lingkungan dan budaya yang dekat dengan keseharian murid.
“Sekarang anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi memahami kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Saya menghubungkan budaya lokal dengan matematika maupun pelajaran lain sehingga mereka lebih aktif, antusias, dan mudah memahami pelajaran,” kata Jiyad.
Baca juga: Mendikdasmen ajak satuan pendidikan hadirkan MPLS aman dan nyaman
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.