Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak pemerintah daerah memperkuat inovasi sebagai fondasi untuk mewujudkan "smart governance" yang berkelanjutan.

"Smart governance adalah kemampuan pemerintah mengambil keputusan berbasis data, mengintegrasikan lintas sektor, memperkuat partisipasi publik, memanfaatkan kecerdasan artifisial dan analitik data, serta membangun kolaborasi antarpemerintah dan multipihak," kata Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Yusharto menerima penghargaan "Excellence Leadership Innovation in Smart Governance for Urban Sustainability" pada ajang Anugerah Penghargaan Smart City, Innovation Construction & Sustainable Living 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Yusharto menegaskan konsep itu tidak boleh dipahami sebatas digitalisasi pelayanan publik atau penggunaan aplikasi pemerintahan.

Menurut dia, tata kelola pemerintahan yang cerdas tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Baca juga: BSKDN kunjungi Korsel perkuat penerapan "Smart Governance"

Ia mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen BSKDN dalam mendorong transformasi tata kelola pemerintahan sekaligus amanah untuk terus memperkuat peran BSKDN sebagai penggerak lahirnya kebijakan publik yang inovatif dan berdampak.

"Penghargaan ini bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan, melainkan amanah untuk terus memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, kolaboratif, dan berbasis bukti. Penghargaan ini sesungguhnya juga menjadi milik seluruh pemerintah daerah yang setiap hari menghadirkan berbagai solusi bagi masyarakat melalui inovasi," ujarnya.

Menurut Yusharto, tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks akibat urbanisasi menuntut pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih inovatif untuk menjawab persoalan kemacetan, perumahan, pengelolaan sampah, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, hingga tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan transparan.

Ia menilai tantangan tersebut tidak dapat dijawab melalui pendekatan birokrasi konvensional, melainkan memerlukan kebijakan berbasis data, didukung teknologi digital, serta dibangun melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Dalam konteks itu, Yusharto menegaskan inovasi daerah merupakan fondasi penting pembangunan nasional. Karena itu, Kemendagri terus membangun ekosistem inovasi melalui pembinaan, pengukuran, pendampingan, serta diseminasi berbagai praktik terbaik yang dikembangkan pemerintah daerah.

Baca juga: BSKDN optimistis perluas penerapan smart governance lewat kolaborasi

Ia mengatakan jumlah inovasi daerah yang dilaporkan pemerintah daerah meningkat dari 3.718 inovasi pada 2018 menjadi 36.742 inovasi pada 2025, yang menunjukkan inovasi telah berkembang menjadi budaya kerja pemerintahan di berbagai daerah.

"Di balik puluhan ribu inovasi tersebut terdapat pengalaman, pembelajaran, dan solusi yang telah terbukti menjawab persoalan masyarakat. Tugas kami adalah memastikan seluruh praktik baik itu diolah menjadi pengetahuan kebijakan, dianalisis secara ilmiah, lalu diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat direplikasi secara nasional," katanya.

Yusharto menambahkan BSKDN akan terus memperkuat fungsinya sebagai lembaga kajian kebijakan pemerintah (government think tank) di lingkungan Kemendagri melalui pemanfaatan prakiraan kebijakan (policy foresight), kecerdasan artifisial, analitik data, serta evaluasi kebijakan berbasis bukti untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan pembangunan saat ini maupun masa depan.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga kemampuan pemerintah mengubah pengetahuan menjadi kebijakan, inovasi menjadi budaya kerja, serta kolaborasi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.