Canberra (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong pada Jumat (10/7) mengatakan bahwa gencatan senjata di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan, sehingga dirinya mendesak diakhirinya konflik menyusul serangan terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Wong menuturkan kepada stasiun televisi Australian Broadcasting Corporation (ABC) bahwa dunia ingin konflik tersebut berakhir demi kepentingan warga sipil di Timur Tengah dan perekonomian global.

"(Gencatan senjata) itu jelas mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan dan kita menyaksikan konflik sporadis yang terus berlanjut," ujarnya.

"Dunia sangat berharap gencatan senjata ini dapat bertahan, (dan) semakin kokoh. Dunia ingin melihat konflik ini berakhir, tidak hanya demi masyarakat di kawasan tersebut, tetapi juga karena dampaknya terhadap perekonomian global," kata Wong.

Wong menyampaikan hal itu saat AS dan Iran kembali saling serang dari Selasa (7/7) malam waktu setempat hingga Kamis (9/7), menandai babak baru eskalasi.

Diduga sebagai balasan atas serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang transit di Selat Hormuz, AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir, yang mengakibatkan jatuhnya korban dan kerusakan infrastruktur.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan dan fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Yordania.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.