Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pentingnya posisi gastronomi yang strategis bagi pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.
“Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kita tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Ni Luh mengatakan gastronomi tidak hanya diartikan sebagai bagian dari pengalaman wisatawan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: Kemenpar soroti wisata olahraga percepat pertumbuhan pariwisata
Baca juga: Wamenpar sebut transformasi KBLI sempurnakan sistem izin berusaha
Maka dari itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan program yang mampu meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional.
Peluang ini perlu mendapatkan sorotan dari berbagai pihak karena Indonesia kini tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia maupun wisatawan dalam negeri meski adanya dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.
Hal ini terbukti dengan adanya data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara selama Januari hingga Mei 2026 tumbuh dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Mei 2026, Indonesia mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisman. Angka tersebut tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk perjalanan wisatawan dalam negeri sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode Januari hingga Mei 2025 yang sebesar 508,67 juta perjalanan.
Dalam kesempatan itu, Ni Luh juga mengapresiasi penyelenggaraan Nusantara Food & Hotel Expo 2026 sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri kuliner, makanan dan minuman, serta hospitality untuk memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia.
"Sinergi yang terbangun melalui pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif dalam menghadapi dinamika pasar global,” kata dia.
Nusantara Food & Hotel Expo 2026 berlangsung pada 9 hingga 12 Juli 2026 di Hall 3 ICE BSD City, Tangerang Selatan.
Pameran menghadirkan 12 kategori industri makanan dan perhotelan, meliputi daging dan unggas, susu dan produk susu, makanan laut dan rantai dingin, makanan beku dan olahan, kopi dan teh, bahan dan bumbu makanan, roti dan kue; produk alami dan organik, minuman, perhotelan dan perlengkapan, peralatan HOREKA, serta teknologi dan operasi perhotelan.
Ia berharap acara itu mampu melahirkan inovasi dan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas hingga ke rantai pasok industri.
“Saya berharap Nusantara Food & Hotel Expo bukan hanya menjadi ajang pertemuan B2B, tetapi juga melahirkan inovasi dan kolaborasi yang luar biasa serta memberikan manfaat hingga ke rantai pasok,” tambahnya.
Baca juga: Kemenpar perkuat promosi dan ekosistem pariwisata
Baca juga: Menpar sebut sektor pariwisata tumbuh positif hingga bulan Mei 2026
Baca juga: Kemenpar ungkap lima daya tarik utama wisman berlibur ke Indonesia
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.