Jakarta (ANTARA) - Badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mempresentasikan studi implementasi metode Lean Construction pada Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro (Undip) dalam konferensi International Group for Lean Construction ke-34 (IGLC34) di Singapura sebagai referensi pengembangan praktik konstruksi yang lebih efisien.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan partisipasi perusahaan dalam forum yang diselenggarakan di National University of Singapore (NUS) tersebut merupakan wujud komitmen mendorong transformasi industri konstruksi melalui penerapan Lean Construction.

"Implementasi Lean Construction melalui metode Takt Planning and Control pada Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa pengalaman dan praktik terbaik yang dikembangkan PTPP mampu meningkatkan produktivitas proyek sekaligus menjadi referensi yang relevan dalam forum internasional," kata Joko dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.

IGLC34 merupakan forum internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pelaku industri konstruksi dari berbagai negara untuk membahas pengembangan praktik konstruksi yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Baca juga: PTPP tuntaskan pembangunan 69 titik SPPG di 15 provinsi dalam 37 hari

Dalam forum tersebut, PTPP mempresentasikan studi implementasi metode Takt Planning and Control, yakni pendekatan perencanaan dan pengendalian pekerjaan yang mengatur ritme pelaksanaan proyek agar lebih terukur, pada Proyek Twin Tower Undip.

Metode tersebut merupakan bagian dari Lean Construction, yaitu pendekatan manajemen konstruksi yang berfokus pada peningkatan efisiensi dengan mengurangi pemborosan, menstabilkan alur kerja (workflow), dan meningkatkan produktivitas proyek melalui sistem kerja berbasis ritme.

Melalui pendekatan action research, yakni metode yang menggabungkan penerapan langsung di lapangan dengan evaluasi secara berkelanjutan, studi tersebut membedakan peningkatan kinerja yang dihasilkan pada tahap perencanaan dengan peningkatan tambahan yang muncul selama pelaksanaan melalui penerapan takt planning dan takt control.

Hasil implementasi menunjukkan takt planning, atau perencanaan pekerjaan berdasarkan ritme pelaksanaan yang terstruktur, mampu memperpendek durasi rencana proyek sekaligus menciptakan alur kerja yang lebih stabil sejak awal pelaksanaan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.