Teheran (ANTARA) - Di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi saling membalas serangan dengan Amerika Serikat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan untuk menahan diri dari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi lebih lanjut.
Dalam kondisi saat ini, menurut Pezeshkian, selain upaya diplomatik untuk memperkuat gencatan senjata dan mencegah krisis meluas, muncul pula tren di mana AS dan Israel mencoba mengganggu proses stabilisasi situasi di Timur Tengah.
"Adalah wajar untuk mengharapkan bahwa pihak-pihak lain juga mematuhi komitmen mereka dan menahan diri dari posisi atau tindakan yang akan merusak kepercayaan dan menyulitkan proses diplomatik," kata Pezeshkian dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, menurut pernyataan dari kantor presiden Iran.
Pada Rabu malam, Amerika Serikat melancarkan serangan lagi ke Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim tindakan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran pun melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer milik AS di Bahrain dan Kuwait, serta menuding AS telah melanggar nota kesepahaman (MoU) untuk penghentian permusuhan.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Di hadapan Muzani, Ghalibaf tekankan Iran siapkan pertahanan total
Baca juga: PBB mendorong semua pihak beritikad baik atas isu nuklir Iran
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.