St. Petersburg (ANTARA) - Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi, Jumat (10/7), mengatakan bahwa serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) manapun tidak dapat diterima, di manapun fasilitas itu berlokasi.
Berbicara setelah menggelar pembicaraan dengan Direktur Jenderal Perusahaan Energi Atom Negara Rusia (Rosatom) Alexei Likhachev di wilayah Kaliningrad, Rusia, Grossi mengatakan bahwa IAEA belum mengamati atau mengonfirmasi serangan langsung terhadap PLTN Bushehr di Iran. Grossi juga menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin.
Grossi menuturkan bahwa IAEA, seperti halnya Rosatom, terus memantau secara saksama perkembangan situasi di fasilitas tersebut.
"Integritas fisik setiap fasilitas nuklir merupakan prioritas mutlak bagi keselamatan dan keamanan nuklir," ujar Grossi.
Dia menegaskan kembali bahwa segala bentuk tindakan yang memengaruhi integritas tersebut "sama sekali tidak dapat diterima".
Posisi IAEA mengenai hal tersebut sudah jelas dan secara konsisten telah dibahas, baik di Dewan Keamanan PBB maupun di Dewan Gubernur IAEA, kata Grossi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.