Jadi memang fokus pada tahap pertama dan kedua untuk rumah dan tempat ibadah rusak berat, sedangkan tahap ketiga ini baru kita mengurusi rumah-rumah rusak ringan dan sedang,
Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), memastikan proses penanganan dan pemulihan rumah rusak ringan dan sedang akibat bencana gempa bumi di Nokilalaki dan Palolo segera memasuki tahapan baru mulai pekan depan.
Wakil Bupati (Wabup) Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan sudah menyelesaikan finalisasi pendataan kebutuhan hunian sementara (huntara) bagi rumah rusak berat.
"Untuk penanganan rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang akan diakomodasi pada tahapan berikutnya," kata Samuel saat ditemui awak media di Dolo, Sabtu.
Ia menuturkan pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera melakukan sosialisasi kepada tim asesmen terkait rumah rusak ringan dan sedang akibat gempa bumi tersebut.
Baca juga: Pemkab Sigi selesaikan pendataan huntara tahap II untuk korban gempa
"Pekan depan kita mulai sosialisasi tim yang akan melakukan asesmen yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sigi untuk kategori rumah rusak ringan dan rusak sedang," ucapnya.
Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi, total rumah rusak sebanyak 4.012 unit terdiri dari 266 rumah rusak berat, 1.195 rumah rusak sedang, dan 2.551 rumah rusak ringan.
"Jadi memang fokus pada tahap pertama dan kedua untuk rumah dan tempat ibadah rusak berat, sedangkan tahap ketiga ini baru kita mengurusi rumah-rumah rusak ringan dan sedang," sebutnya.
Ia berharap agar seluruh warga yang rumahnya mengalami kerusakan baik ringan maupun sedang bisa segera terdata dengan baik, untuk selanjutnya menerima hak penanganan yang sesuai.
Baca juga: Wabup: Silahkan warga sanggah data rumah rusak akibat gempa di Sigi
Pewarta: Moh Salam
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.