AIBA sahkan petinju profesional untuk tampil di Olimpiade

Laussane (ANTARA News) - Para petinju profesional akan berkompetisi di Olimpiade Rio de Janeiro, setelah asosiasi tinju internasional AIBA mengesahkan perubahan konstitusional pada Rabu, kata presidennya.

Ketua AIBA Ching Kuo Wo mengatakan perubahan konstitusi AIBA disetujui, di mana sebanyak 95 persen -- 84 dari 88 anggota yang memberi suara -- sepakat untuk membuka jalan bagi para petinju profesional untuk bertarung memperebutkan medali untuk pertama kalinya sejak Olimpiade dimulai pada 5 Agustus.

"Kami mengesahkannya dan sekarang mereka dapat berkompetisi," ucapnya kepada Reuters.

Sebanyak 26 spot Olimpiade akan dapat diperebutkan ketika para petinju bersaing di turnamen kualifikasi di Venezuela bulan depan.

Langkah ini memicu kritik yang memandang bahwa tidak akan adil bagi para petinju amatir yang berlatih untuk Olimpiade selama bertahun-tahun, dan mereka yang sekarang harus membuka jalan untuk menjadi petinju profesional.

Mantan juara dunia tinju kelas berat Mike Tyson, yang saat masih amatir memenangi medali emas Olimpiade junior pada 1981 dan 1982, menyebut langkah itu sebagai "menggelikan."

"Itu menggelikan, itu bodoh, dan sebagian petinju pro akan dikalahkan oleh para petinju amatir. Hal itu akan terjadi, saya benar-benar mempercayainya," kata pria 49 tahun itu kepada Reuters pekan lalu.

Ia mengatakan format pertandingan tiga ronde yang digunakan di Olimpiade akan menguntungkan para petinju amatir, di mana para petinju profesional terbiasa bertanding selama 12 ronde.

Carl Frampton asal Irlandia Utara, mantan petinju amatir yang memenangi sabuk gelar dunia WBA dan IBF di kelas bantam super, mengatakan mengizinkan para petinju profesional bertarung di Olimpiade adalah hal yang "konyol."

"Itu adalah dua olahraga yang berbeda. Hal itu seperti pebulutangkis bermain tenis," cuitnya melalui Twitter.

Di bawah kepemimpinan Wu, AIBA melangsungkan ajang semi profesional World Series Boxing (WSB) pada 2011, di mana para petinju yang mendapatkan uang bersaing untuk tim-tim yang berbasiskan kota. Ia juga memperkenalkan tinju putri pada Olimpiade London 2012.

Sejumlah petinju WSB telah mengamankan tempat di Olimpiade Rio.

Tinju amatir memiliki sebagian juara Olimpiade yang kemudian menjadi petinju profesional papan atas, di antara mereka adalah Muhammad Ali, Joe Frazier, George Foreman, Lennox Lewis, Oscar de la Hoya, dan Vladimir Klitschko.

(Uu.H-RF/T004)

Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Polda Kalteng apresiasi juara tinju WBC International

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar