counter

SBMPTN Pusat selidiki dugaan kecurangan di Makassar

SBMPTN Pusat selidiki dugaan kecurangan di Makassar

Dokumentasi : Ketua Umum SBMPTN Rochmat Wahab (kedua kanan) bersama Irjen Kemenristek Dikti Jamal Wiwoho (kiri), Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Herry Suhardiyanto (kedua kiri) dan Sekretaris Umum SBMPTN Werry Darta Taifur (kanan) menggelar jumpa pers terkait hasil SBMPTN tahun 2015 di Jakarta, Kamis (9/7/15). (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Masih ada dugaan adanya joki pada pelaksanaan SBMPTN di Makassar. Saat ini kami juga masih menyelidiki apakah ada jawaban bocor atau kunci jawaban yang benar,"
Surabaya (ANTARA News) - Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pusat akan menyelidiki dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan ujian SBMPTN di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Masih ada dugaan adanya joki pada pelaksanaan SBMPTN di Makassar. Saat ini kami juga masih menyelidiki apakah ada jawaban bocor atau kunci jawaban yang benar," kata Ketua Panitia Pusat SBMPTN, Rochmat Wahab di Surabaya, Rabu.

Di sela-sela kunjungannya bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), ia mengatakan pihaknya akan menyelidiki dugaan kecurangan lebih lanjut.

"Bocoran jawaban itu pun belum bisa didefinisikan sebagai joki atau hanya andil orang dalam. Kami akan menelusurinya lebih lanjut," tutur Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut.

Pihaknya akan mengevaluasi dugaan bocoran soal apabila jawaban itu sama. Takutnya, ada indikasi kebocoran soal, karena memang selama tiga tahun berturut-turut selalu terjadi di Sulawesi.

Sementara itu, Menristekdikti M Nasir mengakui jika selalu ada kecurangan dalam ujian SBMPTN setiap tahun. Joki bisa beredar dimana saja, meskipun sudah diantisipasi dengan bentuk apa pun.

"Ponsel saja bentuknya bisa bermacam-macam, ketika peserta tidak diperbolehkan membawa ponsel ternyata mereka membawa teknologi lainnya. Ini harus diantisipasi apakah terjadi ketika membagi soal, atau bagaimana," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor ITS Joni Hermana mengantisipasi praktik perjokian dengan teknologi aplikasi, sehingga ketika ada jawaban peserta yang sama dengan peserta lain, maka bisa diketahui.

"Kami mempunyai aplikasi pendeteksi jawaban peserta SBMPTN, sehingga ketika jawaban peserta satu dengan lainnya diketaui sama, maka akan terdeteksi," tandasnya.

Pewarta: Indra Setiawan/Laily Widya
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

168.742 peserta lulus SBMPTN 2019

Komentar