Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan swasembada pangan menjadi fondasi kemandirian bangsa sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani di perdesaan.
"Swasembada itu kedaulatan. Kedaulatan adalah kehormatan, terutama bagi para petani di desa yang menjadi penopang pangan bangsa," kata Zulkifli dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menko saat menghadiri Halaqah Ulama Jawa Tengah di Wonosobo, Jawa Tengah bertema "Kemandirian Ekonomi Umat".
Acara itu menjadi ruang dialog antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam membahas langkah bersama membangun ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan.
Menurut dia, swasembada pangan tidak hanya menjadi target pembangunan nasional, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong pengelolaan kekayaan alam secara bijaksana untuk kemakmuran masyarakat.
Baca juga: B50 dan E5 memperkuat jalan Indonesia menuju swasembada energi
"Sumber daya alam merupakan amanah yang perlu dikelola secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat," tutur dia.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat sektor pangan melalui sejumlah kebijakan strategis, antara lain menetapkan harga pembelian gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).
Selain itu, pemerintah juga memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi, menyederhanakan regulasi, serta memperkuat penyuluhan pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Zulhas menyebut berbagai kebijakan tersebut turut mendorong produksi beras nasional mencapai 34,7 juta ton. Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menurut dia, juga telah mencapai 5,2 juta ton atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.