Sistem intake, tandon, saluran masuk dan keluar air yang terpisah, serta instalasi pengolahan air limbah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan produksi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menghasilkan sekitar 254,5 ton udang pada siklus ke-8 sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi udang nasional.

Dalam keterangan di Jakarta, Senin, KKP menyebut operasional kawasan tambak saat ini memasuki masa transisi dari siklus ke-8 menuju siklus ke-9.

Pada siklus ke-8, panen perdana menghasilkan 89,5 ton udang dari 32 petak.

Sementara panen tahap kedua yang tengah berlangsung ditargetkan menghasilkan sekitar 75 ton dari 37 petak, sedangkan panen tahap akhir pada akhir Juli diperkirakan mencapai sekitar 90 ton dari 70 petak.

Dengan demikian, total produksi udang pada siklus ke-8 diproyeksikan mencapai sekitar 254,5 ton.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan BUBK Kebumen dikembangkan sebagai model pengelolaan tambak udang berbasis kawasan yang menerapkan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), mulai dari aspek teknis produksi, pengelolaan lingkungan, keamanan pangan, biosekuriti, hingga pemberdayaan masyarakat.

Menurut Haeru, peningkatan produksi di kawasan tersebut berjalan seiring dengan penerapan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

"Sistem intake, tandon, saluran masuk dan keluar air yang terpisah, serta instalasi pengolahan air limbah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan produksi," ujarnya.

Baca juga: Seskab: Presiden yakini potensi RI jadi produsen udang unggulan dunia

Baca juga: KKP: Penerapan CBIB pacu produktivitas budidaya udang di Kebumen

BUBK Kebumen dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, dengan area terbangun mencapai 65 hektare dan luas kolam efektif 24 hektare.

Kawasan tersebut dilengkapi 139 petak produksi, 50 petak tandon, serta 17 petak instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Saat meninjau kawasan tambak bersama Komisi IV DPR RI pada Sabtu (11/7), KKP juga melakukan penebaran 10,24 juta ekor benur pada 32 petak sebagai awal operasional siklus ke-9.

Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi udang nasional, KKP mencatat BUBK Kebumen telah menyerap 645 tenaga kerja lokal yang terdiri atas 145 pekerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas.

Operasional kawasan tambak tersebut juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui tumbuhnya berbagai usaha pendukung, seperti warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga penginapan.

Baca juga: KKP pamerkan potensi udang Indonesia di Shrimp Summit 2025 Bali

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.