Teheran (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Esmaeil Baghaei, Minggu (12/7), mengatakan Iran menegaskan bahwa pengaturan mengenai pengelolaan lalu lintas maritim Selat Hormuz di masa depan harus dilakukan melalui konsultasi dengan Oman.
Baghaei menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan di hadapan wartawan saat menjelaskan kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi ke Muscat, ibu kota Oman, pada Sabtu (11/7), kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Dia menegaskan bahwa "pengaturan mengenai pengelolaan lalu lintas Selat Hormuz pada masa depan harus dilakukan melalui konsultasi antara kedua negara pesisir (Iran dan Oman) dan dengan mempertimbangkan perkembangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, khususnya perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Israel (terhadap Iran) serta konsekuensi keamanannya terhadap pelayaran di Selat Hormuz," ujar Baghaei.
Pembicaraan pada Sabtu antara Menlu Iran dan Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi bertujuan untuk memastikan koordinasi antara kedua negara pesisir tersebut terkait pengaturan administrasi lalu lintas dan pelayaran di Selat Hormuz. Baghaei menyebut bahwa tim hukum dan teknis kedua negara juga turut menghadiri pembicaraan tersebut.
Kedua pihak bertukar pandangan tentang memastikan keamanan dan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz serta menegakkan hak kedaulatan kedua negara dan hukum internasional, dan dengan mempertimbangkan ketentuan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian yang baru-baru ini ditandatangani Iran dan Amerika Serikat tentang pengakhiran perang.
Dia menekankan bahwa Iran dan Oman sepakat untuk melanjutkan pembicaraan guna mencapai pemahaman bersama terkait upaya menjamin keamanan pelayaran di selat tersebut.
Baghaei menambahkan bahwa delegasi dari Qatar, yang menjadi mediator dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir, juga menghadiri sebagian dari pembicaraan tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.