Jakarta (ANTARA) - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengatakan penurunan harga pupuk subsidi dan juga kepastian harga jual gabah milik petani menjadi perubahan yang nyata sehingga membuat harapan baru bagi para petani.
"Memang ada perubahan yang kami alami," kata Ketua Umum KTNA Mohammad Yadi Sofyan Noor saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Pernyataan Yadi tersebut menanggapi perkataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku menerima laporan bahwa saat ini kesejahteraan petani kian meningkat sehingga banyak di antaranya mampu berlibur ke luar negeri.
Menurut Yadi, ketika dilihat dari data memang ada sebagian besar terutama petani padi merasakan perubahan yang signifikan di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk perubahan yang dirasakan para petani yaitu adanya penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen serta ketersediaannya terus mencukupi sehingga petani tidak kesulitan mendapatkannya, katanya menjelaskan.
Selain itu, lanjut Yadi, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) ditingkat petani juga sudah layak yaitu Rp6.500 per kilogram. Bahkan harga ditingkat petani melebihi HPP yang ditetapkan sehingga para petani sejahtera.
"Saya 35 tahun di KTNA baru pertama kali ada subsidi turun sampai 20 persen. Dan adanya jaminan harga jual di tingkat petani," ujar dia.
Ia mengakui bahwa kondisi tersebut membuat pertanian khususnya di sektor padi sudah kembali diminati oleh para petani dan di kawasan Pantai Utara Jawa para petani kembali beralih ke tanaman padi.
"Memang benar ada lonjakan besar (kesejahteraan) untuk petani padi. Tapi untuk petani lainnya perlu perhatian lagi terutama pada jaminan harga jual," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku menerima laporan bahwa saat ini kesejahteraan petani kian meningkat sehingga banyak diantaranya mampu berlibur ke luar negeri.
"Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Enggak apa-apa, libur boleh, kapan lagi petani libur ke luar negeri," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Senayan, Jakarta, Minggu (12/7).
Presiden menegaskan pemerintah terus berupaya mewujudkan kemakmuran bagi petani, nelayan, dan buruh.
Menurut Kepala Negara RI, kebangkitan ekonomi nasional diharapkan dimulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten sehingga perputaran uang dapat tetap berada di daerah.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.