Jakarta (ANTARA) - Program SAPA Lansia Vol. 2 menghadirkan ruang pemberdayaan bagi warga lanjut usia (lansia) melalui pelestarian budaya batik dan penguatan hubungan antargenerasi dalam kegiatan yang digelar di Halaman Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
Ketua Pelaksana SAPA Lansia Vol. 2 Hafidah Anindya Priyambodo mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang apresiasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran lansia dalam menjaga warisan budaya.
"Melalui SAPA Lansia Vol. 2, kami ingin mendukung lansia untuk terus aktif, berdaya, dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran lansia dalam menjaga nilai budaya dan memperkuat hubungan antargenerasi," kata Hafidah dalam keterangannya pada Senin.
Baca juga: Jogja Sapa Lansia gandeng anak-anak muda
Program ini merupakan bagian dari Community Development mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication and Business itu menggandeng Sekolah Lansia SELASIH untuk mendorong lansia tetap aktif, produktif, dan berpartisipasi dalam pelestarian budaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi yang menghadirkan Ketua Komunitas Batik Bekasi Barito Hakim Putra, Kepala Sekolah Lansia Jatiasih Chan Widyatno, dosen Community Development LSPR Rizka Septiana, serta Hafidah Anindya Priyambodo.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi antara komunitas, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ruang yang inklusif agar lansia dapat terus berkarya melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.
Baca juga: Pemkot Ambon buka ruang pemberdayaan ekonomi bagi lansia produktif
Sebagai bagian dari program, peserta menampilkan karya batik hasil proses membatik yang telah dilakukan sebelumnya melalui peragaan busana Batik SELASIH. Lansia juga menampilkan pertunjukan angklung dan tari line dance sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan seni dan budaya.
Selain itu, penyelenggara meluncurkan Majalah SELASIH yang memuat dokumentasi kegiatan serta karya peserta sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi lansia selama mengikuti program.
Kepala Sekolah Lansia SELASIH Mami Chan mengatakan kegiatan kreatif memberikan kesempatan bagi lansia untuk terus mengembangkan potensi sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.
Baca juga: Lansia berdaya, Indonesia jaya
"Kami percaya bahwa setiap lansia memiliki kemampuan dan pengalaman berharga yang patut diapresiasi. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, mereka dapat tetap aktif, produktif, dan merasa dihargai. Kami berharap semakin banyak pihak yang turut memberikan perhatian serta dukungan terhadap pemberdayaan lansia melalui program-program yang bermakna dan berkelanjutan," ujar Mami Chan.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat interaksi sosial, kreativitas, serta kebersamaan antara generasi muda dan lansia, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi kelompok usia lanjut.
Baca juga: Bonus Demografi, Program Sidaya jadi andalan wujudkan lansia produktif
Baca juga: PWRI dorong lansia berdaya lewat peran sosial dalam komunitas
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.