Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog memfinalisasi studi kelayakan rencana pembangunan 100 gudang baru sebagai tahap awal proyek peningkatan kapasitas gudang penyimpanan pascapanen yang akan dilakukan di berbagai daerah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyelesaian studi kelayakan (feasibility study/FS) menjadi fokus utama sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya.

"Ini sekarang sudah proses finalisasi untuk perencanaan. Faktor feasibility study, sedang finishing FS," kata Rizal, yang ditemui usai Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium di Jakarta, Senin.

Setelah studi kelayakan rampung, Bulog akan melanjutkan proses pengadaan melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan.

Pembangunan gudang baru tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan pemerintah, sekaligus mendukung kelancaran pengelolaan stok beras nasional.

"Nanti, setelah FS selesai baru tahap berikutnya untuk lelang dan sebagainya," ucap Rizal.

Sebelumnya, Rizal menyatakan pembangunan 100 gudang baru akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.

Bulog siap menjalankan amanat pemerintah dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan akuntabel.

"Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional," kata Rizal di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Bulog memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar tepat lokasi, tepat fungsi, dan tepat manfaat bagi masyarakat.

Adapun program pembangunan itu direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

Pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit rice milling unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

Setiap lokasi pembangunan akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik.

Pembangunan fisik dilaksanakan BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Infrastruktur itu akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berupa dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.

Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.

Baca juga: Mentan: Pembangunan 100 gudang Bulog usia simpan beras hingga 2 tahun

Baca juga: Bulog siapkan kapasitas gudang 7 juta ton optimalkan penyerapan gabah

Baca juga: Mentan: Gudang sewa Bulog penuh, swasembada pangan menguat

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.