Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar masyarakat berpartisipasi aktif dalam sensus ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dan mengisi data dengan benar.

Pramono pun menjamin bahwa kerahasiaan dari data yang disampaikan terjamin sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

“Rahasia data itu dijamin. Sehingga harusnya mereka tidak segan-segan untuk melaporkan, menyampaikan data apa adanya tentang dirinya dan keluarganya. Karena itulah yang akan menjadi potret tentang ekonomi ataupun hasil sensus yang ada di Jakarta ini,” katanya di Balai Kota Jakarta, Senin.

Pramono mengaku selama ini data-data dari BPS selalu digunakan dalam pengambilan keputusan di DKI Jakarta. Sebab baginya, data adalah referensi yang paling utama dalam pengambilan keputusan.

Salah satu contoh, data BPS dimanfaatkan untuk menentukan penerima bantuan sosial (bansos) hingga Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Selain itu, data BPS terkait RW kumuh juga membantu Pemprov DKI Jakarta dalam menyusun kebijakan penataan wilayah.

Lebih lanjut, Pramono mengingatkan bahwa sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional, tantangan Jakarta pun semakin kompleks.

Oleh sebab itu ia menilai, Sensus Ekonomi di tahun 2026 ini mempunyai arti yang penting dan strategis bagi Jakarta. Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh masyarakat Jakarta dapat mengikuti sensus ini dengan baik dan menyampaikan data apa adanya.

“Karena inilah yang menjadi kata kunci di dalam kita untuk mengambil keputusan ke depan. Jangan tertutup, lebih baik disampaikan. Susah ya susah, senang ya senang, kaya ya kaya, miskin ya miskin,” kata Pramono.

Baca juga: BPS tegaskan sensus ekonomi dilakukan bukan untuk kepentingan pajak

Baca juga: BPS DKI jamin kerahasiaan data dalam Sensus Ekonomi 2026

Baca juga: BPS DKI sebut Sensus Ekonomi miliki peran strategis bagi Jakarta

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.