Ada akselerasi yang perlu dilakukan sehingga penambahan kredit UMKM bisa lebih sampai di atas Rp540 triliun untuk bisa mengimbangi ataupun mencapai target Rencana Strategis (Renstra) 25 persen di tahun 2029

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Loto Srinaita Ginting mengatakan kredit UMKM masih perlu ditingkatkan sekitar Rp540 triliun untuk mencapai target rasio kredit UMKM sebesar 25 persen terhadap total kredit perbankan pada 2029.

“Ada akselerasi yang perlu dilakukan sehingga penambahan kredit UMKM bisa lebih sampai di atas Rp540 triliun untuk bisa mengimbangi ataupun mencapai target Rencana Strategis (Renstra) 25 persen di tahun 2029," kata Loto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin.

Berdasarkan paparan Kementerian UMKM yang mengacu pada data Sistem Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia pada 2025, total kredit perbankan mencapai Rp8.149 triliun.

Dari jumlah tersebut, kredit yang disalurkan kepada UMKM tercatat sebesar Rp1.497 triliun atau hanya sekitar 18,3 persen dari total kredit perbankan.

Dengan komposisi tersebut, Kementerian UMKM menilai nilai kredit UMKM perlu meningkat menjadi sekitar Rp2.037 triliun agar rasio pembiayaan kepada sektor UMKM mencapai target 25 persen sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Kementerian UMKM menargetkan peningkatan rasio kredit UMKM secara bertahap, yakni menjadi 21,6 persen pada 2025, 22,2 persen pada 2026, 22,9 persen pada 2027, 23,6 persen pada 2028, hingga mencapai 25 persen pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membagi skema pembiayaan sesuai karakteristik pelaku UMKM.

UMKM yang telah memenuhi persyaratan perbankan (bankable) diarahkan mengakses kredit komersial.

Sementara UMKM yang belum bankable tetapi dinilai layak usaha (feasible) didorong memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sedangkan UMKM yang belum bankable dan belum feasible difasilitasi melalui skema pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Selain memperkuat akses pembiayaan melalui KUR dan PNM, Kementerian UMKM juga tengah menyiapkan sejumlah program pendukung, di antaranya Kredit Alumni Usaha Rakyat (AKUR) bagi pelaku usaha yang telah lulus dari program KUR.

Kemudian, program Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCESS) untuk usaha menengah, serta Bisnis Layak Funding (BISLAF) guna meningkatkan kesiapan usaha kecil memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.

Menurut Loto, penguatan berbagai skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses UMKM terhadap pembiayaan formal sekaligus memperbesar kontribusi kredit UMKM dalam total kredit perbankan nasional.

Baca juga: Realisasi KUR capai Rp159,8 triliun kepada 2,5 juta UMKM

Baca juga: Kementerian UMKM siapkan kredit bagi alumni KUR hingga Rp2 miliar

Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah pastikan bunga KUR tetap 6 persen

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.