Istanbul (ANTARA) - Tentara Israel terus menghancurkan dan membakar rumah-rumah di Lebanon selatan, yang merupakan pelanggaran harian terhadap perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani antara Tel Aviv dan Beirut, demikian lapor Kantor Berita Nasional pemerintah Lebanon (NNA), Senin.
Menurut kantor berita tersebut, pasukan Israel menghancurkan dan membakar rumah-rumah di lingkungan selatan kota Hadatha. Sebelumnya pada Minggu, pasukan itu juga meledakkan tempat di kota BInt Jbeil di selatan.
Perkembangan terbaru ini terjadi meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024 dan perjanjian kerangka kerja yang disponsori AS dan ditandatangani pada 26 Juni 2026, telah mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki.
Namun demikian, hingga kini Israel terus menduduki wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah berlangsung selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak perang tahun 2023–2024. Sepanjang perang terakhir tersebut, pasukan Israel merangsek maju sejauh lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Militer AS akan ke Lebanon untuk dukung pelaksanaan gencatan senjata
Baca juga: Presiden Lebanon tidak akan mundur dari negosiasi dengan Israel
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.