Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Senin (13/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menyasar pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai tindakan balasan atas serangan AS terhadap provinsi-provinsi pesisir Iran sebelumnya pada hari itu.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh outlet berita resminya, Sepah News, IRGC mengatakan militer AS telah melakukan serangan udara terhadap sejumlah pangkalan militer pesisir pada Minggu (12/7) malam waktu setempat setelah IRGC mencegat dua kapal yang "melakukan pelanggaran" di Selat Hormuz.
Dalam tahap pertama operasi pembalasannya, IRGC mengatakan pasukannya membakar sejumlah silo rudal besar dan tangki bahan bakar di Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania dengan menembakkan rudal dan drone.
Dalam tahap kedua serangannya, IRGC mengatakan pihaknya menyerang pusat-pusat perawatan dan perbaikan helikopter, hanggar untuk pesawat pengintai P-8, serta pusat komando dan kendali drone di pangkalan AS di Sheikh Isa, Bahrain.
Dalam tahap ketiga, mereka menyebutkan bahwa IRGC menghancurkan sebuah depot bahan bakar, sistem pertahanan udara Patriot, dan fasilitas radar FPS di pangkalan-pangkalan AS di Kuwait.
Dalam pernyataan di platform X pada Minggu malam waktu setempat, Komando Pusat AS mengatakan bahwa pihaknya telah "menyelesaikan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran", menghantam sistem pertahanan udara Iran, situs-situs radar pesisir, serta kemampuan rudal dan drone.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.