Jakarta (ANTARA) - Petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans langsung melanjutkan program pengembangan di Paris, Prancis, setelah menyelesaikan penampilannya pada tunggal putra Wimbledon Boys U14 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Ibu Ethan yang mantan petenis nasional, Wynne Prakusya, mengatakan putranya akan mengikuti sejumlah program yang diselenggarakan Asian Tennis Federation selama tiga pekan.

"Ethan sudah langsung terbang ke Paris untuk mengikuti beberapa program Asian Tennis Federation selama tiga minggu," kata Wynne kepada ANTARA melalui pesan instan, Senin.

Menurut dia, pengalaman tampil dalam turnamen Grand Slam Wimbledon menjadi bekal penting bagi Ethan dalam menjalani program tersebut sekaligus menambah kepercayaan diri untuk bersaing di level internasional.

"Dengan pengalaman bermain di Wimbledon, mudah-mudahan bisa terus memotivasi Ethan untuk terus mau maju dan berprestasi ke depannya," ujar mantan petenis yang pernah menduduki peringkat 74 tunggal putri dunia itu.

Wynne mengakui hasil yang diraih Ethan di Wimbledon belum sesuai target. Sebelum berangkat ke London, tim menargetkan Ethan menembus enam besar.

Baca juga: Wimbledon jadi bekal berharga petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans

Namun, ia melihat hasil akhir bukan menjadi ukuran utama mengingat Ethan mendapat undian yang tidak menguntungkan dengan langsung menghadapi petenis nomor satu dunia U14 Novak Palombo dari Selandia Baru dan petenis nomor satu Eropa Liam Sharkey dari Inggris pada dua laga awal.

"Hasil Wimbledon sebenarnya bisa lebih bagus, tetapi drawing agak kurang bersahabat. Target waktu datang setidaknya masuk top enam. Jadi memang agak meleset," kata Wynne.

"Tetapi di Wimbledon ini Ethan lebih perlu pengalaman dan exposure dibandingkan hasilnya. Untuk menjadi pemain hebat, harus bisa bermain di turnamen yang hebat."

Ethan mengakhiri Wimbledon U14 2026 di posisi kesembilan nomor tunggal putra. Setelah kalah pada dua laga awal fase grup, ia bangkit dengan memenangi tiga pertandingan berikutnya, termasuk dua laga babak konsolasi, untuk memastikan finis di 10 besar.

Ethan menjadi petenis remaja Indonesia pertama yang menerima undangan tampil di The Championships, Wimbledon berkat statusnya sebagai petenis nomor satu Asia U14 dan masuk 10 besar dunia U14 versi Universal Tennis Rating (UTR).

Dia juga membuat sejarah sebagai petenis Indonesia pertama yang menjuarai IMG International Junior Championship U12 dan Junior Orange Bowl U12.

Baca juga: Indonesia sapu bersih gelar tunggal Sportama Asian Tennis U-14 Jakarta

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.