Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pembentukan Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi alumni dalam membangun umat dan karakter bangsa.
Menurut dia, alumni PTKIN memiliki tanggung jawab lebih besar karena tidak hanya lahir sebagai ilmuwan, tetapi juga sebagai cendekiawan yang harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“PTKIN bukan hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga intelektual, bahkan cendekiawan. Cendekiawan bukan sekadar menguasai ilmu, tetapi juga mengamalkan ilmunya dan memberikan dampak bagi masyarakat," ujar Menag saat menghadiri Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN se-Indonesia di Jakarta, Senin.
Baca juga: UIN Palu dan Kemenag percepat visa 21 calon mahasiswa asing
Menag menjelaskan PTKIN memiliki karakter yang berbeda dengan perguruan tinggi umum. Jika perguruan tinggi pada umumnya berorientasi mencetak ilmuwan, PTKIN memikul mandat yang lebih luas karena juga membentuk intelektual dan cendekiawan yang mengabdikan ilmunya untuk kemaslahatan umat.
Menurut Menag, karakter tersebut lahir karena PTKIN tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga fungsi dakwah.
“Karena itu, keberhasilan PTKIN tidak cukup diukur dari kualitas lulusan, melainkan juga dari manfaat yang dihadirkan alumninya bagi masyarakat,” kata dia.
Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang memperhatikan seluruh mata rantai pengembangan perguruan tinggi, mulai dari kualitas mahasiswa yang masuk (input), lulusan (output), kiprah alumni (outcome), hingga dampak yang dihasilkan (impact).
Baca juga: PTKIN perkuat PSGA dan Satgas guna cegah kekerasan seksual di kampus
“Apa nilai tambah alumni bagi almamaternya, umat, keluarganya, dan apa resonansinya bagi masyarakat. Itu semua menjadi ukuran keberhasilan PTKIN,” kata Menag.
Menurut dia, Forum Nasional Alumni PTKIN tidak dibentuk untuk ikut menentukan arah politik kampus ataupun memberikan intervensi terhadap kepemimpinan perguruan tinggi.
Forum tersebut justru diharapkan menjadi wadah yang menghimpun kekuatan intelektual alumni guna memperkuat karakter bangsa melalui pemikiran dan kontribusi nyata.
“Forum ini juga harus menjadi ruang untuk mengasah intelektualitas para alumni. Setiap pertemuan semestinya menghasilkan nilai tambah bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” kata dia.
Ke depan, Menag berharap Forum Nasional Alumni PTKIN dapat berkembang menjadi jejaring cendekiawan yang semakin luas, termasuk menjalin kolaborasi dengan alumni perguruan tinggi keagamaan dari agama-agama lain sebagai bagian dari penguatan kehidupan kebangsaan.
Baca juga: Kemenag: Publikasi ilmiah PTKI harus beri dampak nyata
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.