Jakarta (ANTARA) -
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengadukan persoalan bahan bakar minyak (BBM) hingga ketersediaan air bersih di daerah kepulauan tersebut ke Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.
“Kabupaten Kepulauan Seribu terus berupaya mencari solusi terkait distribusi BBM bersubsidi bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha pariwisata,” kata Fadjar saat mendampingi kunjungan kerja Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan harga BBM subsidi dari Pertamina sebenarnya telah ditetapkan. Namun biaya distribusi ke wilayah kepulauan masih menjadi tantangan tersendiri.
“Kami sudah menyampaikan usulan kepada BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga agar distribusi BBM ke Kepulauan Seribu dapat berjalan lebih optimal,” kata dia.
Fadjar berharap masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi dengan harga yang sama yakni Rp6.800 per liter.
Ia menjelaskan tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, terutama saat musim liburan sekolah, menyebabkan peningkatan permintaan dari sektor pariwisata dan nelayan.
Baca juga: Bupati Kepulauan Seribu dorong pembangunan SPBN untuk kebutuhan energi
"Dua minggu terakhir kebutuhan cukup tinggi sehingga terjadi peningkatan permintaan. Kami berharap setelah masa liburan berakhir, kondisi pasokan dapat kembali normal," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah persoalan yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Kepulauan Seribu.
"Kami akan terus mengawal kebutuhan masyarakat Kepulauan Seribu agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Yuke.
Sebelumnya, Bupati Fadjar juga mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di daerah kepulauan tersebut sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat kepulauan tersebut.
“Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna mendukung aktivitas nelayan, pelaku usaha pariwisata, serta transportasi laut antar pulau,” katanya.
Ia menegaskan SPBN masih menjadi kebutuhan vital dalam menjamin ketersediaan bahan bakar minyak bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Pihaknya terus berupaya mendorong hadirnya layanan distribusi bahan bakar yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh nelayan maupun pelaku usaha.
“Ini tentu menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi warga,” kata dia.
Baca juga: Akses BBM untuk nelayan di Kepulauan Seribu masih sulit
Baca juga: Bank sampah di Pulau Pramuka hasilkan BBM "green" untuk kapal nelayan
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.