Beijing (ANTARA) - China menguji robot pembatas jalur bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bisa mengubah arah lajur secara otomatis sesuai kepadatan lalu lintas.

Saat satu arah lebih padat, robot ini akan menggeser pembatas jalan untuk menambah kapasitas lajur yang dibutuhkan. Sistem ini memanfaatkan sensor dan AI agar arus kendaraan tetap lancar, terutama saat jam sibuk.

Menurut polisi lalu lintas setempat, perempatan yang dipasang robot pembatas jalur tersebut biasanya menyediakan dua jalur untuk berbelok kanan dan satu jalur untuk belok kiri.

Pada masa puncak lalu lintas, yakni seputar jam berangkat kerja dan jam pulang kerja, robot pembatas itu akan bergerak untuk menjadikan jalur contraflow sebagai jalur belok kiri sementara, sehingga membantu mengatasi kemacetan pada jalur belok kiri.

Ini menjadi salah satu contoh robot pagar lalu lintas yang diterapkan di seantero China, yang kebanyakan menggunakan "kontrol satu sakelar" dan menyediakan peringatan suara.

Robot itu menggunakan tenaga surya untuk daya baterai dan keberadaan teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi lalu lintas dan mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.