menunjukkan bahwa kami siap, teguh, dan dapat diandalkan di darat, udara, dan laut
Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Senin (13/7), mengatakan Koalisi Sukarela untuk Ukraina akan menggelar latihan militer dalam beberapa bulan mendatang di negara-negara tetangga Ukraina.
"Hari ini kami memutuskan untuk menggelar latihan yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Pasukan ini akan dikerahkan di negara-negara tetangga Ukraina untuk menguji rencana pengerahan kami dan menunjukkan bahwa kami siap, teguh, dan dapat diandalkan di darat, udara, dan laut," kata Macron setelah pertemuan koalisi tersebut.
Setelah pertemuan para kepala staf negara-negara anggota, koalisi tersebut kini memiliki "pasukan multinasional" untuk Ukraina yang siap bertindak, kata Macron.
Setelah menjadi tuan rumah KTT koalisi tersebut di Paris, Prancis, pada Maret 2025 lalu, Macron mengatakan sejumlah negara ingin mengirim pasukan mereka ke Ukraina sebagai pasukan pencegah setelah gencatan senjata.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia pun telah menyatakan skenario apa pun terkait pengerahan pasukan dari negara-negara anggota NATO di Ukraina sama sekali tidak dapat diterima oleh Rusia dan berisiko memicu eskalasi konflik.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Sembilan negara Eropa dan Inggris bentuk koalisi anti-rudal balistik
Baca juga: Rusia tembak jatuh 146 drone Ukraina dalam 12 jam
Baca juga: Empat tewas akibat serangan Ukraina ke Energodar
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.