Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meyakini rute LRT dari Pegangsaan 2 hingga Dukuh Atas nantinya dapat membawa perubahan dalam integrasi transportasi di ibu kota.

“Kalau itu terjadi (Pegangsaan 2-Dukuh Atas), kita bisa membayangkan teman-teman yang dari Pondok Labu ingin makan di Kelapa Gading, waktunya di bawah satu jam. Karena dari Pondok Labu naik MRT kemudian ganti naik LRT, kurang lebih satu jam lah,” jelas Pramono saat dijumpai di Stasiun LRT Rawamangun, Selasa.

Ia menargetkan, rute tersebut akan rampung pada 2028 mendatang dengan anggaran Rp2,7 triliun.

Apabila rute tersebut sudah rampung, Pramono bahkan memprakirakan LRT Pegangsaan 2 hingga Manggarai dapat membawa 80.000 penumpang.

Untuk itu, ia berharap nantinya rute tersebut dapat diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kenapa kami mengusulkan untuk diresmikan oleh Bapak Presiden? Karena ini akan menjadi milestone ataupun legasi yang mengubah wajah Jakarta. Karena selama ini utara ke pusat itu sering kali menghadapi handicap, kemacetan yang luar biasa,” ucap Pramono.

Terlebih, integrasi transportasi akan semakin lengkap jika MRT dari Utara ke Selatan yakni Lebak Bulus hingga Kota Tua rampung. Rute tersebut diketahui memiliki panjang kurang lebih 22 kilometer.

Rute-rute transportasi tersebut diyakini Pramono dapat membuat Jakarta memiliki transportasi yang lebih nyaman.

Baca juga: DKI segera bangun LRT hingga Dukuh Atas, ditargetkan rampung 2028

Baca juga: Pramono: LRT Veledrome-Dukuh Atas tingkatkan integrasi transportasi

Baca juga: Perpanjangan LRT Jakarta ke Dukuh Atas dukung integrasi transportasi

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.