Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan dukungan terhadap upaya penguatan kemitraan sektor sawit antara Indonesia dengan Rusia.

Penguatan kemitraan diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dengan The Fat and Oil Union of Russia serta Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyatakan kerja sama tersebut merupakan momentum penting untuk memperluas jejaring kemitraan internasional sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk sawit Indonesia.

"BPDP menyambut baik terjalinnya kerja sama ini sebagai upaya memperkuat posisi industri sawit Indonesia di pasar global," ujarnya.

Menurut dia kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra di Rusia diharapkan dapat meningkatkan pertukaran informasi, memperkuat promosi, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Baca juga: Rusia siap tingkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia

Baca juga: Indonesia jajaki pasar ritel minyak nabati sawit di Rusia

Sebelumnya dilakukan penandatanganan MoU oleh Ketua Umum GAPKI Eddy Martono bersama perwakilan organisasi industri minyak dan lemak Rusia, disaksikan Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares.

MoU tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan berbagai bentuk kerja sama, antara lain pertukaran informasi, promosi perdagangan, peningkatan kapasitas, pengembangan standar industri, serta perluasan akses pasar produk sawit Indonesia di Rusia maupun negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

"Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pelaku industri sawit Indonesia dengan mitra di Rusia dan kawasan Eurasia," ujar Pangihutan.

Momentum tersebut diharapkan semakin membuka peluang peningkatan perdagangan, termasuk komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya.

Pangihutan menambahkan sebelumnya BPDP juga berpartisipasi sebagai Co-Exhibitor pada INNOPROM (International Industrial Exhibition) 2026 di Yekaterinburg, Rusia selama 6 – 9 Juli 2026 .

Partisipasi BPDP pada INNOPROM 2026 dan dukungan terhadap penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring kemitraan global, memperkuat diplomasi ekonomi, serta membuka peluang pasar baru bagi produk sawit Indonesia yang berkelanjutan.

Sementara itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares, berharap MoU dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberikan manfaat bagi seluruh pihak dan berkontribusi terhadap peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dengan Rusia maupun negara-negara anggota EAEU.

Duber RI juga menegaskan komitmen KBRI Moskow untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Baca juga: Belarus prioritaskan kerja sama ketahanan pangan dengan Indonesia

Baca juga: BPDP ajak UKMK tangkap peluang bisnis produk turunan sawit

Pewarta: Subagyo
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.