Jakarta (ANTARA) - Dr. dr. Rony Marethianto Santoso, Sp.JP, Subsp. K. I. (K), FIHA membeberkan waktu terbaik untuk mengonsumsi kopi agar efek samping kafein tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam temu media di Jakarta, Selasa, Dokter Spesialis Jantung, Sub Spesialisasi Konsultan Kardiovaskular Intervensi, Konsultan Kedokteran Vaskular itu mengutip sebuah studi yang menganjurkan meminum kopi sebelum jam 2 siang.
Meminum kopi pada waktu tersebut menurutnya juga sudah diterapkan oleh para generasi terdahulu.
Baca juga: Dampak kesehatan yang bisa timbul dari minum kopi telur khas Vietnam
"Kalau kakek-kakek kita zaman dulu itu (minum kopinya) pagi-pagi saat sarapan atau setelah makan siang," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Waktu tersebut direkomendasikan karena mengurangi risiko tidak beraturnya irama jantung maupun pola tidur.
"Karena kafein dalam kopi itu mengandung simpatomimetik yang meningkatkan efek saraf simpatik, sehingga (jantung) kita lebih berdebar-debar," ujar Rony.
Baca juga: Tips menikmati kopi sesuai kondisi tubuh dan selera
Lebih lanjut dia menyebut batas konsumsi kafein yang terbilang masih aman adalah di bawah 50 miligram per hari atau sekitar satu sampai dua cangkir kopi.
Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat bukanlah dampak buruk dari banyaknya jumlah kopi yang dikonsumsi, melainkan komponen yang ditambahkan di dalamnya.
Dia menyoroti bahwa pada masa kini banyak orang meminum kopi dengan menambahkan creamer, busa susu (foam), susu atau gula dalam takaran yang berlebihan. Kalaupun mengonsumsi kopi dalam bentuk latte, Rony menilai susu yang digunakan bukanlah susu oat ataupun rendah lemak.
Baca juga: Inilah daftar makanan yang tidak baik dikonsumsi saat minum kopi
Rony sendiri memilih untuk mengonsumsi kopi dalam bentuk Americano karena dianggap lebih sehat untuk dinikmati.
Menurut siaran Health pada Rabu (1/7), terdapat dua waktu terbaik untuk menikmati kopi yakni sekitar pukul 9.30 hingga 11.30 pagi.
Studi menunjukkan bahwa hormon kortisol yang bertanggung jawab atas kewaspadaan mulai meningkat secara alami pada jam-jam awal pagi, mencapai puncaknya tepat sekitar waktu kita terbangun.
Kadar kortisol tersebut akhirnya menurun seiring berjalannya pagi, dan orang mungkin merasa kurang waspada. Itu bisa jadi waktu yang tepat untuk menikmati secangkir minuman berkafein.
Baca juga: Ahli ungkap 7 kesalahan minum kopi yang bisa berdampak pada kesehatan
Namun menunda konsumsi kopi hingga setelah sarapan juga bisa menjadi langkah cerdas, karena beberapa orang dapat mengalami ketidaknyamanan pencernaan ketika mereka minum kopi saat perut kosong.
Waktu yang baik berikutnya adalah sekitar pukul 12 siang hingga 3 sore. Di mana banyak orang mengalami penurunan energi beberapa jam setelah makan. Penurunan energi setelah makan siang ini adalah fenomena umum yang juga dikenal sebagai kantuk pasca makan.
Jadi, secangkir kopi di tengah sore hari mungkin tepat untuk meningkatkan kewaspadaan dan fokus mental saat kita menyelesaikan pekerjaan.
Meski demikian, terdapat kemungkinan bahwa secangkir kopi di sore hari mungkin tidak cocok untuk semua orang. Jika seseorang memiliki toleransi kafein yang rendah, hal tersebut mungkin akan berdampak lebih besar pada waktu tidur.
Baca juga: 8 fakta minum kopi hitam bermanfaat untuk kesehatan hati
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.