Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lahan perkebunan tebu di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah hangus terbakar yang bermula dari aktivitas pembakaran rumput oleh seorang warga kemudian merambat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen total luasan lahan yang terdampak kebakaran tersebut diperkirakan mencapai 4,5 hektare.
"Yang terbakar diperkirakan mencapai 4,5 hektare dan tidak menimbulkan korban jiwa," kata dia.
Peristiwa kebakaran di Desa Bendo, Kecamatan Sukodono ini dinilai patut menjadi perhatian sekaligus pembelajaran serius bagi masyarakat kalau membakar lahan tanpa perhitungan bisa berdampak berbahaya, terlebih selama musim kemarau saat ini yang menurut ahli klimatologi kondisinya lebih kering dibanding rata-rata karena fenomena El Nino moderat.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan terjadi Senin (13/7) pagi sekitar pukul 09.45 WIB dipicu oleh diduga kelalaian aktivitas pembakaran rumput oleh salah satu warga di sekitar lokasi. Api yang semula kecil kemudian dengan cepat merembet dan meluas ke area perkebunan tebu akibat embusan angin.
Upaya pemadaman darat dilakukan secara intensif tim petugas gabungan yang termasuk tim reaksi cepat BPBD Kabupten Sragen dan Dinas Pemadam Kebakaran setempat.
Petugas di lapangan melaporkan kondisi sudah dalam pendinginan setidaknya sampai dengan Senin sore, namun tim masih bersiaga untuk memastikan seluruh sisa bara api benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.