Jakarta (ANTARA) - Sutradara Christopher Nolan mengatakan bahwa dia tidak sependapat dengan aktor Matt Damon, pemeran utama dalam film barunya yang berjudul "The Odyssey", mengenai masa depan pembuatan film epik berdurasi panjang.
Menurut warta The Hollywood Reporter pada Senin (13/7), Damon merasa pembuatan film "The Odyssey" mengingatkan dia pada masa-masa awalnya bekerja dalam produksi film.
"Saya tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir saya untuk melakukan sesuatu seperti ini," kata aktor, penulis skenario, dan produser film itu.
"Saya rasa orang-orang tidak akan diberi sumber daya untuk membuat film dengan cara itu untuk waktu yang lama," ia menambahkan.
Ketika diberi tahu tentang pernyataan Damon mengenai pembuatan "The Odyssey" dan artinya bagi masa depan perfilman dalam wawancara dengan The Telegraph, Nolan mengemukakan pandangan yang berbeda.
Sutradara peraih penghargaan Oscar itu memahami maksud Damon, karena memang sudah lama tidak ada yang membuat film berskala besar semacam itu.
"Karena memang terasa sudah lama sekali sejak seseorang membuat film seperti ini dengan cara seperti ini, di mana Anda berkeliling dunia, mengumpulkan ribuan pemain, dan sebagainya," kata Nolan, yang menjabat sebagai presiden Directors Guild of America.
"Tapi ada aspek pesimistis dalam memandang dengan cara itu, yang tidak saya setujui. Saya pikir film itu vital dan esensial dan terus bertransformasi. Kita memiliki semua suara muda baru yang hebat dalam perfilman, menjadikan medium ini milik mereka sendiri dan memajukannya," ia menjelaskan.
Dia menyebut penulis-sutradara "Obsession", Curry Barker, serta sutradara "Backrooms", Kane Parsons, sebagai contoh pembuat film Gen Z orisinal yang sukses di box office.
Baca juga: Sutradara dan produser "Oppenheimer" raih gelar kebangsawanan Inggris
Nolan tidak pernah percaya pada argumen bahwa rentang perhatian penonton muda terlalu pendek untuk menikmati film epik Yunani berdurasi tiga jam.
"Film-film itu sangat misterius dan penuh renungan. Maksud saya, beberapa bagian 'Backrooms' seperti karya David Lynch yang paling samar. Namun, anak muda tidak pernah bosan menontonnya," kata dia.
Nolan sangat senang dengan penerimaan Barker dan Parsons terhadap efek praktis, yang juga mencerminkan alasannya tidak mengkhawatirkan dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) terhadap pekerjaan perfilman di Hollywood.
"Begitu banyak energi telah dihabiskan untuk menghadirkan AI, tetapi jika Anda melihat reaksi generasi itu, mereka benar-benar menolaknya," kata dia.
Baca juga: Matt Damon terbuka untuk menghidupkan kembali waralaba “Bourne”
Nolan tentu benar tentang antusiasme penonton muda datang ke bioskop untuk mendukung suara-suara baru dan ide-ide orisinal.
Namun, "Obsession" dan "Backrooms" adalah film-film dengan anggaran rendah yang sukses. Produksinya tidak berskala besar dan berbiaya mahal.
Pernyataan Damon bahwa studio semakin enggan mendanai produksi besar yang sangat bergantung pada efek praktis dan pengambilan gambar di lokasi untuk menceritakan kisah non-waralaba juga dinilai ada benarnya, kecuali bagi pembuat film besar yang sukses seperti Nolan.
Nolan mendapat kesuksesan dalam pembuatan film orisinal seperti "Oppenheimer", yang membukukan pendapatan box office sampai satu miliar dolar AS.
Film barunya, "The Odyssey", dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 17 Juli 2026.
Dalam film yang menceritakan perjalanan Odysseus kembali ke Ithaca setelah Perang Troya itu, Matt Damon berperan sebagai Odysseus, Anne Hathaway sebagai Penelope, dan Tom Holland sebagai Telemachus.
Jajaran pemeran papan atas seperti Zendaya, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Jon Bernthal, Travis Scott, dan Charlize Theron juga berperan dalam film tersebut.
Baca juga: Christopher Nolan berkeinginan buat film horor
Baca juga: Para pemeran kemukakan antusiasme berperan di "The Odyssey"
Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.