Ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kita lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur wajar dan efisien terus kita hadirkan di Bursa Efek Indonesia

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menambahkan kriteria Price Impact Ratio dalam menetapkan saham-saham berkapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan tinggi

“Kami menambahkan satu kriteria yaitu kriteria Price Impact Ratio atas seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Atas saham-saham yang memiliki Price Impact Ratio yang tinggi akan dilakukan screening atas indikasi ada atau tidaknya High Shareholding Concentration,” ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa.

Jeffrey menjelaskan, Price Impact Ratio yaitu memperhitungkan perubahan harga saham tersebut terhadap velocity-nya, yang mana dihitung dari rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang ada di publik (free float).

Artinya, saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah tentu akan menghasilkan velocity yang rendah, dan dengan velocity yang rendah namun perubahan harganya yang besar, tentu akan menghasilkan Price Impact Ratio yang tinggi.

"Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya High Shareholding Concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan,” ujar Jeffrey.

Untuk kriteria Price Impact Ratio terhadap seluruh saham dengan kapitalisasi di atas Rp10 triliun, ia menjelaskan akan dilakukan secara periodik dalam tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama di BEI.

Seiring kriteria baru tersebut, Jeffrey mengungkapkan terdapat 37 saham baru masuk dalam kategori HSC, sehingga total saham kategori HSC saat ini menjadi sebanyak 51 saham, dari sebelumnya sebanyak 14 saham.

BEI akan segera mengumumkan sebanyak 51 saham kategori HSC tersebut dalam waktu dekat.

"Ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kita lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur wajar dan efisien terus kita hadirkan di Bursa Efek Indonesia," ujarnya.

Baca juga: IHSG ditutup menguat tipis seiring kombinasi sentimen domestik-global

Baca juga: Purbaya sarankan investor beli saham usai S&P pertahankan rating RI

Baca juga: BEI catat tujuh IPO hingga Juli 2026, empat emiten masih antre

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.