Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya berpesan kepada para taruna di Akademi Militer (Akmil) untuk terus meningkatkan kemampuan, menyoroti bahwa bangsa yang merdeka membutuhkan tentara yang kuat.
Menurut unggahan resmi Sekretariat Kabinet yang dikutip dari Jakarta, Selasa, Seskab Teddy memenuhi undangan Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah pada Senin (13/7) untuk memberikan pembekalan kepada lebih dari 1.600 taruna tingkat I, II, dan III.
"Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat. Jadilah perwira yang enggak gitu-gitu saja. Kalau kamu di sini masih biasa-biasa saja, belum tentu nanti kamu tetap biasa-biasa saja. Asal kamu punya keyakinan, Insyaallah itu bisa," kata Seskab.
Baca juga: Menko AHY tinjau Proyek SPAM dan IPAL di Akmil
Berkaca dari pengalamannya sendiri yang pernah menjadi taruna di Akademi Militer pada 2011, Seskab mengharapkan para taruna dapat menorehkan prestasi yang melebihi senior-senior sebelumnya.
Dia juga berpesan agar para taruna membangun fondasi karier dan mencoba berbagai hal untuk meningkatkan kemampuan di berbagai bidang.
"Kalau bisa S1, S1. Setelah itu, S2. Jago AI, jago IT, jago editing video, jago bahasa, jago organisasi, jago olahraga, jago musik, jago seni, jago agama. Pilih salah satu minimal kamu ada," katanya menjelaskan.
Baca juga: Menko AHY bekali taruna Akmil hadapi tantangan global
Dalam kesempatan itu Seskab Teddy juga menitipkan satu pesan bahwa menjadi taruna terbaik bukanlah garis akhir, melainkan awal dari sebuah pengabdian.
"Tetap semangat, terus berjuang. Indonesia menanti pengabdianmu," ujar Seskab.
Sebelumnya, Seskab Letnan Kolonel Inf Teddy Indra Wijaya memberikan ceramah pembekalan kepada Taruna/Taruni Akademi Militer Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025/2026 yang berlangsung di Gedung Moch Lily Rochli Akademi Militer.
Baca juga: Mensos: Taruna Akmil dilibatkan untuk kemandirian siswa Sekolah Rakyat
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.