Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkuat sinergi dengan Kementerian Pariwisata untuk mendukung penyediaan sumber daya manusia sektor hospitality bagi Program SMK Go Global.
"Pertemuan ini menindaklanjuti upaya kami menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya sektor pariwisata dan hospitality yang permintaannya terus meningkat," kata Wakil Menteri P2MI Christina Aryani usai bertemu Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, di Jakarta, Selasa.
Dalam siaran pers Kemen-P2MI, Selasa, Christina menjelaskan SMK Go Global merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK dan masyarakat melalui pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja di luar negeri, dengan target 40.000 peserta pada 2026.
"Untuk tahun ini kami akan memprioritaskan calon peserta yang memiliki kompetensi dasar maupun kemampuan bahasa asing, kemudian melengkapi mereka dengan sertifikasi atau peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja," katanya.
Menurutnya, hospitality atau industri perhotelan dan pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling potensial karena permintaan tenaga kerja dari berbagai negara masih sangat tinggi.
Ia menambahkan kementerian juga mencatat peluang kerja lainnya di sektor tata graha, makanan dan minuman, pramusaji, barista, hingga terapis kebugaran.
"Permintaan tenaga kerja hospitality terus berkembang, sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang telah memiliki kompetensi dasar agar proses peningkatan keterampilan dan penempatan dapat dilakukan lebih cepat," katanya.
Pada kesempatan itu, Christina juga meminta dukungan Ni Luh untuk menyediakan data para alumni sekolah-sekolah vokasi, termasuk Politeknik Pariwisata.
"Kami juga membahas peluang penempatan awak kapal pesiar yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, serta penguatan edukasi Migran Aman untuk meningkatkan pemahaman tentang prosedur bekerja ke luar negeri secara legal dan aman, " katanya.
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.