Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir menyiapkan blueprint (cetak biru) kepemudaan nasional dalam 100 tahun ke depan.

Erick menegaskan bahwa sejak awal kedatangannya menjalankan tugas di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sektor kepemudaan mendapatkan perhatian utama, bukan hanya olahraga.

“Kalau Bapak Ibu ingat, pertama kali saya sudah angkat isu itu. Dan Alhamdulillah dari beberapa diskusi dengan pakar yang kita bentuk, kita melihat tahun 2028 adalah peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda, artinya 100 tahun ke depan apa benar strategi kepemudaan kita sama dengan 100 tahun yang lalu. Saya yakin sangat berbeda,” ujar Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI yang dipantau melalui YouTube TVR PARLEMEN, Selasa.

Kebutuhan menciptakan sosok pemuda yang bisa menjadi pemimpin bangsa di masa depan menjadi alasan utama dibutuhkannya cetak biru untuk menjadi pedoman penguatan karakter hingga 100 tahun ke depan, sekaligus untuk mengolah bonus demografi sebagai potensi kedigdayaan Indonesia.

Baca juga: Menpora gandeng pakar bahas desain besar karakter pemuda Indonesia

“Di situlah kenapa sangat diperlukan blueprint baru, apalagi dari data-data terbaru sekarang 23,8 persen dari populasi kita itu 64 juta pemuda, dan kalau kita lihat indeks kepemudaan terjadi stagnan atau lambat baseline mengenai kepemudaan," kata Erick.

"Tentu jangan sampai demografi yang seharusnya menjadi bonus bangsa agar menjadi lebih kuat ke depannya justru malah menjadi kontra produktif karena kita tidak menyiapkan kepemudaan yang kompetitif,” kata dia.

Erick menyadari betul bahwa pembangunan kepemudaan merupakan investasi strategis yg menentukan kualitas kepemimpinan, inovasi, produktifitas dan daya saing Indonesia di masa depan.

Oleh karena itu Kemenpora memperkuat paradigma penggunaan anggaran berbasis manfaat sehingga setiap rupiah APBN yang digunakan akan berdampak terhadap sosial ekonomi dan pembangunan sumber daya kepemudaan.

"Untuk itu di anggaran tahun 2027 angka untuk sektor kepemudaaan kita tingkatkan hampir tiga kali lipat, mudah-mudahan tidak dikurangi lagi, karena kepemudaan ini menjadi isu yang sepertinya outputnya tidak terlihat tapi akan salah besar jika kita tidak berinvestasi pada sektor kepemudaan kita," kata dia.

Baca juga: Kemenpora pastikan program kepemudaan sesuai kebutuhan generasi muda

Baca juga: Sembilan negara kerja sama dalam Indonesia Youth Summit

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.