Atlanta, Amerika Serikat (ANTARA) - Ceria dan suka bercerita menjadi kesan pertama yang muncul kala bersua Nurul Ramadhan, perempuan 27 tahun dari Desa Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Pembawaannya supel, membuat orang merasa akrab seperti sudah mengenalnya bertahun-tahun.
"Sebenarnya saya sempat mau menyerah saja. Tidak jadi ke sini, soalnya nilai dolar AS sangat tinggi," ujar Nurul di sela pembicaraan hangat dengan ANTARA di sudut Gedung Georgia World Congress Center di Atlanta, Amerika Serikat.
Dari sana, satu per satu kisah terbuka.
Nurul Ramadhan adalah satu dari empat sukarelawan (volunteer) Piala Dunia 2026 asal Indonesia. Di Atlanta, dia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang membantu penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar itu bersama sekitar 3.500 relawan lain dari berbagai negara.
Di ibu kota negara bagian Georgia tersebut, Nurul ikut mengelola tugas sukarelawan, mulai dari mengurus area kerja sampai mengatur aktivitas mereka.
Dia mengaku sangat senang dengan pekerjaannya. Dia bisa bertemu dan berinteraksi dengan sukarelawan dari negara lain, melihat langsung pemain-pemain ternama, dan, yang terpenting, mengeruk pengalaman tidak ternilai dari pesta sepak bola dunia yang digelar empat tahun sekali itu.
Senyum terus terlihat di wajah Nurul saat dia bercerita soal pengalamannya.
Bagi dia, menjadi bagian dari kepanitiaan Piala Dunia 2026, bukan hal yang mudah.
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.