Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset identifikasi fenotipe varietas cabai unggul secara lebih cepat, objektif, dan konsisten berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Computer Vision.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Eka Prakasa dalam diskusi yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa penerapan teknologi ini dapat mempercepat proses karakterisasi varietas yang sebelumnya bergantung pada pengamatan manual.

"Dalam jangka panjang, teknologi ini diharapkan memperkuat ekosistem pertanian digital Indonesia, meningkatkan produktivitas dan daya saing benih nasional, serta mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi berbasis data," katanya.

Baca juga: Produksi cabai di Kabupaten Madiun turun 50 persen akibat cuaca

Eka mengatakan penerapan teknologi ini mendukung pengujian kemurnian benih, membantu seleksi pada program pemuliaan tanaman, serta meningkatkan efisiensi dalam sertifikasi varietas.

Selain itu, lanjut dia, sistem berbasis AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pengambilan keputusan oleh peneliti, pemulia, produsen benih, dan instansi pemerintah sehingga proses pengembangan varietas unggul menjadi lebih efektif.

Sementara itu, Peneliti PRSDI BRIN, Wiwin Suwarningsih menyampaikan bahwa kebutuhan akan identifikasi varietas yang cepat, akurat, dan konsisten semakin meningkat untuk mendukung pemuliaan tanaman, sertifikasi benih, perlindungan varietas tanaman, serta pengelolaan plasma nutfah.

Menurut dia, perkembangan AI, khususnya Computer Vision dan Deep Learning, membuka peluang untuk melakukan identifikasi fenotipe tanaman secara otomatis melalui analisis citra daun dan karakter morfologi lainnya.

"Teknologi ini mampu mengekstraksi pola visual yang sulit dikenali secara manual, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi proses identifikasi. Oleh karena itu, riset ini dilakukan untuk mengembangkan sistem identifikasi fenotipe cabai berbasis AI yang dapat mendukung digitalisasi proses karakterisasi varietas cabai di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Menggantungkan hidup dari tanaman cabai rawit hiyung

Baca juga: Gubernur ajak masyarakat manfaatkan lahan tingkatkan ketahanan pangan

Wiwin menyampaikan bahwa tujuan dari riset ini adalah menghasilkan metode identifikasi varietas cabai yang cepat, objektif, akurat, dan konsisten. Selain itu, riset ini diharapkan dapat mengintegrasikan informasi fenotipe dengan teknologi AI guna mendukung proses karakterisasi varietas secara otomatis.

"Riset ini akan dapat mendukung kegiatan pemuliaan tanaman, sertifikasi benih, pengujian kemurnian varietas, dan konservasi sumber daya genetik melalui teknologi digital. Riset ini dapat juga menjadi rekomendasi penerapan teknologi AI untuk mendukung pemuliaan tanaman, pengujian kemurnian benih, sertifikasi varietas, dan perlindungan varietas tanaman di Indonesia," tutur Wiwin Suwarningsih.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.