Yang paling penting adalah bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dapat berjalan cepat.
Medan (ANTARA) - Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat hilirisasi hasil riset, khususnya pengembangan benih kedelai unggul yang ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas 2,5 ton hingga 3 ton per hektare.
Rektor USU Prof Muryanto Amin menjelaskan terkait kerja sama USU dengan Kementan dalam hal pengembangan kedelai. Kerja sama ini ditandai dengan dengan penandatanganan MoU antara Rektor USU Prof Muryanto Amin dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, di Auditorium USU, Medan, Rabu.
Rektor USU mengatakan, kerja sama tersebut salah satu poin pentingnya adalah sebagai upaya mempercepat penerapan hasil penelitian di sektor pangan.
"Yang paling penting adalah bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dapat berjalan cepat. Jangan sampai birokrasi menjadi panjang, sehingga hasil riset tidak segera dimanfaatkan," katanya.
Menurut dia, salah satu bentuk kerja sama yang segera dijalankan adalah pengembangan benih kedelai hasil penelitian dosen USU yang telah dilakukan selama tiga tahun.
Saat ini, benih tersebut sedang diuji coba di empat lokasi berbeda untuk melihat tingkat produktivitasnya dengan target mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton hingga 3 ton per hektare pada lahan seluas 500 hektare (ha) hingga 1.000 ha.
Apabila hasil penelitian memenuhi target yang diharapkan, Kementan siap membeli benih hasil riset tersebut untuk kemudian dikembangkan secara lebih luas.
"Pak Menteri meminta benih yang mampu menghasilkan hingga tiga ton per hektare. Jika sesuai, hasil riset dosen akan dibeli untuk dikembangkan," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia lagi, program tersebut juga akan melibatkan petani dan mahasiswa dalam proses penyemaian benih sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sedangkan hasil panen nantinya direncanakan diserap oleh pihak offtaker, termasuk kemungkinan melalui Perum Bulog, setelah melalui proses evaluasi dan penelitian lebih lanjut.
"Kami berharap kerja sama antara USU dan Kementerian Pertanian dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan inovasi dan hasil riset perguruan tinggi," katanya pula.
Mentan Andi Amran Sulaiman sendiri dalam kesempatan itu menyampaikan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghasilkan bibit kedelai unggul melalui riset yang dilakukan oleh USU.
"Kami tentunya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan USU. Semoga ke depan apa yang dilakukan USU dapat juga diikuti oleh perguruan tinggi lainnya khususnya dalam riset-riset hasil pertanian," katanya lagi.
Baca juga: Peneliti USU: Batang Toru layak didorong jadi KSN berbasis lingkungan
Baca juga: Guru Besar USU: B50 layak digunakan untuk kendaraan diesel
Pewarta: Juraidi
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.