Kami ingin semakin banyak UMKM memahami bahwa peluang ekspor terbuka luas selama persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi.
Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat pendampingan pemenuhan persyaratan ekspor bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), guna memudahkan pelaku UMKM mengakses dan mengekspor berbagai komoditas unggulan di pasar internasional.
"Kami ingin semakin banyak UMKM memahami bahwa peluang ekspor terbuka luas selama persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi," kata Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo saat membuka Web Series Go Ekspor Barantin secara daring, di Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), Rabu.
Shahandra mengatakan kegiatan Web Series Go Ekspor Barantin bertajuk "Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara" yang digelar secara daring dan diikuti pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai upaya Barantin mendampingi UMKM agar mampu memenuhi persyaratan ekspor sekaligus memperluas akses pasar internasional melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya.
"Barantin akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya agar semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar ekspor," ujarnya.
Kepala Karantina Kepulauan Babel Herwintarti menambahkan daun ketapang merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki prospek ekspor menjanjikan.
"Komoditas daun ketapang ini telah dipasarkan ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Jerman," katanya.
Ia menyatakan pula berdasarkan data Best Trust, sepanjang 2025 UMKM binaan Karantina Babel mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Pada semester I-2026, realisasi ekspor daun ketapang ini telah mencapai 553,06 kilogram.
Selain daun ketapang, sejumlah UMKM di Babel juga mulai mengembangkan ekspor komoditas pertanian kering lainnya sebagai bagian dari diversifikasi produk berbasis potensi lokal.
"Data Karantina Babel menunjukkan, ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram, sedangkan ekspor daun bambu kering ke Inggris tercatat sebanyak 122 kilogram," katanya pula.
Pelaku UMKM sekaligus eksportir Lukman Nuhung menambahkan, daun ketapang diekspor dalam bentuk kering dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan pembeli.
Di pasar internasional, produk tersebut dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, terutama bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.
"Kandungan tanin pada daun ketapang membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur," ujarnya lagi.
Baca juga: Mendag optimistis transaksi UMKM Bisa Ekspor tembus Rp5,43 triliun
Baca juga: Karantina Babel kawal UMKM ekspor daun ketapang ke tiga negara
Pewarta: Aprionis
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.